RADARSEMARANG.ID, Semarang – Rencana pemerintah untuk melakukan pengentasan banjir di Semarang bagian barat dengan menormalisasi Sungai Plumbon, bakal terealisasi. Apalagi sungai yang kerap limpas dan menggenangi Kelurahan Mangkang Kulon, Mangunharjo ini memiliki sedimentasi yang cukup tinggi.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, normalisasi Sungai Plumbon rencananya akan mendapatkan bantuan dari Bank Dunia (World Bank), sehingga perlu dilakukan tahapan lebih rigid dibandingkan menggunakan dana APBN.
“Pak Menteri PUPR sudah mirsani langsung, dan dinilai jika kondisi Plumbon tidak imbang karena Sungai Beringin sudah dilakukan normalisasi,” katanya Kamis (29/6).
Mbak Ita, sapaannya, menjelaskan, sudah ada koordinasi dan komunikasi dengan Kementerian PUPR, terkait bantuan dari Bank Dunia untuk melakukan normalisasi Sungai Plumbon. Terkait sistem bantuan yang didapat ataupun besarannya, Mbak Ita mengaku belum mengetahui secara pasti.
“Ada tahapan yang harus dilalui Pemkot, karena harus ada tahapan bagaimana melakukan masyarakat yang kena dampak, bagaimana masyarakat yang diberlakukan dan lainnya,” jelasnya.
Selain Sungai Plumbon, Mbak Ita menyebut rencana revitalisasi rumah pompa di Sungai Tenggang juga akan mendapatkan bantuan dari Bank Dunia. Penambahan pompa dilakukan untuk mengatasi banjir di Semarang bagian timur, karena pompa yang yang ada saat ini kapasitasnya tidak lagi mencukupi.
Pemkot memiliki tugas membebaskan lahan untuk normalisasi Sungai Plumbon. Diperkirakan normalisasi Sungai Plumbon butuh anggaran sekitar Rp 170 miliar sampai Rp 200 miliar, di luar pembebasan lahan. Pemkot menyiapkan anggaran sekitar Rp 160 miliar untuk pembebasan lahan. (den/ton)
Editor : Baskoro Septiadi