Mereka dari kelompok terbang (kloter) pertama gelombang pertama mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah pukul 07.00 waktu Arab Saudi.
Tak hanya itu, turut menyambut adalah Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Subhan Cholid, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam, serta Kepala Daker Bandara Haryanto beserta jajarannya.
Hal itu menambah rasa syukur jemaah haji begitu sampai di Bandara Madinah Rabu (24/5/2023). Dari 390 jemaah haji kloter pertama ini, 185 jemaah di antaranya lanjut usia (lansia). Meski begitu mereka tetap happy, tidak merasa capek, justru diliputi rasa syukur.
“Alhamdulillah senang, penerbangan bagus banget. Telinga tidak mendengung,” kata Sumirah, 64, jamaah haji dari Pondok Gede Jakarta Timur.
Demikian pula dengan jemaah dari Jakarta Selatan yang berumur 57 tahun. Ibu-ibu ini tanpa diiringi pendamping ini penuh sukur setelah menunggu 11 tahun baru mendapatkan jadwal berhaji tahun 2023 ini.
Ada beberapa lansia yang sedang bermasalah dengan kakinya sehingga harus memakai kursi roda begitu mendarat. Bahkan harus digendong petugas haji untuk bisa berpindah dari kursi. Adalah Ismail, 68, dari Pejaten, Jakarya Selatan. Namun dia tetap penuh syukur setelah menunggu 11 tahun untuk bisa berhaji.
“Ini kaki sakit sudah lama, karena jatuh dari motor. Saya sempat ragu, karena saat manasik haji tiga putaran thawaf saja tidak kuat. Tapi Alhamdulillah bisa berangkat,“ tuturnya.
Para jemaah haji ini merupakan satu kloter jemaah haji asal DKI Jakarta tergabung dalam satu embarkasi Jakarta - Pondok Gede (JKG 01) yang mendarat di Terminal Fastrax. Ada 9 jemaah haji yang menggunakan kursi roda, dan dua orang di antaranya sudah menggunakan kursi roda sejak dari Jakarta.
Ratusan jemaah haji ini melewati jalur cepat fastrex. M mereka langsung diantar menuju bus lalu diberangkatkan ke hotel di Madinah. Tidak ada proses imigrasi dan bea cukai karena itu sudah dilakukan di Tanah Air. Hanya melewati jalur XRay untuk pemeriksaan barang bawaan.
Dubes RI untuk Saudi Abdul Aziz merasa bersyukur dengan kesigapan petugas haji dan kondisi jemaah haji yang sangat baik.
"Marhaban dhuyufurrahman. Selamat datang tamu-tamu Allah. Alhamdulillah, suasana penyambutan sangat baik dan lancar. Prosesnya sederhana dan khidmat. Jemaah tidak lama di bandara, langsung ke
"Saya melihat ada jemaah yang menggunakan kursi roda. Saya tanya tentang perjalanan selama di pesawat, mereka mengatakan lancar. Kita doakan semoga jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan mabrur," harap Aziz, panggilan akrabnya.
Sebagai Koordinator PPIH Arab Saudi, Aziz meminta seluruh petugas membarikan layanan terbaik kepada jemaah haji. Apalagi, tahun ini banyak jemaah yang masuk kategori lansia, dan usianya banyak yang di atas 65 tahun.
"Di rombongan ini, ada yang usianya di atas 70-an, ada juga yang 82 tahun. Alhamdulillah terlihat secara fisik kondisi cukup baik dan segar," ujarnya.
Namun, semua tetap harus waspada. Sebab, cuaca di Saudi sangat panas dibanding di Indonesia. Kondisi ini, kata Aziz, harus dapat diantisipasi para petugas.
"Berikan pelayanan terbaik agar mereka bisa beribadah dengan baik," pesan Aziz ke petugas haji.
Aziz mengapresiasi para petugas yang responsif dalam melayani jemaah, termasuk lansia. Beberapa tampak membantu jemaah hingga memasuki bus.
"Tagline Haji Ramah Lansia betul-betul dilaksanakan. Saya melihat para petugas sigap dan sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Saya harap sikap ini dipertahankan sampai akhir operasional," pesannya.
Kepada jemaah, Aziz berpesan untuk tidak segan meminta bantuan kepada petugas. Apa pun kendala yang dihadapi, jemaah diminta menyampaikan ke petugas agar bisa segera dilayani.
"Silakan semua petugas dimintain bantuan. Kalau perlu dorong kursi roda. Petugas harus siap semua memberikan pelayanan kepada jemaah yang memerlukan pertolongan. Jemaah juga tidak perlu sungkan," tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Abdurrahman Bejawi juga mengucapkan selamat datang kepada jemaah haji Indonesia. Menurutnya, fast track merupakan layanan dari Raja Arab Saudi agar perjalanan jemaah di Madinah berjalan secara lebih cepat dan lancar.
"Target kami dari layanan fast track ini adalah memberikan kenyamanan dalam perjalanan bagi jemaah haji," sebutnya di Bandara AMAA Madinah.
"Ini merupakan bagian dari pelayanan Arab Saudi bagi jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia," sambungnya.
Jemaah JKG 01 berjumlah 390 orang, termasuk empat petugas kloter. Dari jumlah itu, ada sembilan pengguna kursi roda. Mereka terbang dengan Garuda Indonesia GA 7301. Selama di Madinah, mereka akan menempati Hotel Grand Plaza Badr Al Maqam di Sektor 1 Daker Madinah. Lokasinya berada di dekat halaman depan Masjid Nabawi.
Sementara itu, pada kloter pertama ini sedianya menerbangkan 393 jemaah haji, namun ada 3 jemaah yang membatalkan. Dua di antaranya karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan, dan satu pendamping jemaah haji. “Karena itu, jumlahnya kloter pertama 390 jemaah haji,” kata Tim Pembimbing Ibadah Haji (TPIH) Saidah kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Kesehatan jemaah haji secara umum dalam kondisi baik, hanya saja saat di pesawat mereka ada yang mengalami muntah, sendi kaku, dan tensi tinggi.
“Hal ini karena jadwal yang padat. Dan saat malam sebelum keberangkatan di Asrama Haji PondokGede Jakarta, banyak yang tidak memanfaatkan untuk istirahat tidur, tapi mengobrol. Tapi alhamdulillah sudah tertangani dengan baik,” kata Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD) dr. Ensan Galuh. (ida)
Editor : Ida Nor Layla