Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Enjang SIP mengungkapkan, program TMMD ada dua jenis yaitu TMMD Sengkuyung dan TMMD Reguler, TMMD Sengkuyung hanya ada di Jateng dengan anggaran berasal dari APBD Provinsi dan kabupaten/kota.
Sedangkan TMMD Reguler skalanya nasional dan provinsi dengan mensinergikan program Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah melalui kegiatan fisik dan non fisik.
“Program yang sama-sama dilaksanakan 3 kali setahun ini telah menjadi agenda tahunan TNI AD, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah. Harapannya, bisa membantu meningkatkan kegiatan pembangunan di wilayah pedesaan,” katanya.
Sedangkan kegiatan TMMD Reguler, imbuhnya, meliputi kegiatan fisik dan non fisik yang secara khusus memberikan bekal pengetahuan tambahan bagi masyarakat.
Beberapa sasaran fisik yaitu peningkatan kualitas jalan, pembuatan jembatan, irigasi, talud, perbaikan pos kamling, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan lainnya. Sementara sasaran non fisik di antaranya penyuluhan, pelayanan kesehatan, pelatihan keterampilan, bakti sosial, pembagian sembako, dan pemberian vaksin.
“Dengan semangat kuat dan kerja keras yang dilandasi semangat pengabdian, semua yang menjadi program TMMD dapat diselesaikan tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat guna. Itulah wujud pengabdian patriot-patriot bangsa di saat damai melalui Satgas TMMD,” katanya. (rls/ida) Editor : Ida Nor Layla