RADARSEMARANG.ID-DAHULU Taman Lele sempat menjadi primadona wisata di Kota Semarang sekitar 1990-an. Sayangnya, pamor destinasi wisata yang terletak di Jalan Walisongo Km 10 atau jalur utama Pantura Semarang-Kendal ini terus memudar hingga sepi pengunjung.
Menawarkan panorama alam dengan kolam buatan, serta mata air yang ada sejak zaman dulu dengan mitos ikan berkepala lele dan bertubuh hanya duri ini seakan tertinggal dengan objek wisata lainnya.
"Kita lakukan perbaikan dan pembenahan fasilitas, agar obyek wisata ini lahir kembali dan menjadi salah satu objek wisata andalan di Semarang," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Indriyasari kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Wanita yang akrab disapa Iin ini menjelaskan, pembenahan dilakukan oleh Disbudpar dengan penambahan wahana, seperti kolam renang, jogging track dan animatronik berupa lele albino. Sebelumnya, Taman Lele hanya memiliki satu taman keceh khusus anak-anak.
"Pangsa pasarnya kita perluas, juga ada kolam renang untuk dewasa bukan hanya untuk anak-anak," bebernya.
Pantauan koran ini, kolam renang yang dibangun sudah bisa digunakan lengkap dengan tempat bilas dan ganti baju. Di atas kolam ada dua buah kain terbentang berwarna putih yang menambah estetika kolam. Taman-taman yang ada pun saat ini tertata lebih rapi dan indah, dengan aneka tumbuhan warna-warni.
Selain itu, ketika hendak masuk pengunjung disuguhi tempat cuci tangan. Gate pengunjung pun bisa dibilang canggih, karena menggunakan mesin untuk transaksi non tunai, dan bisa menggunakan e toll card. Sejumlah kamera CCTV juga dipasang di tiap sudut dan sound system baru untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan pengunjung.
Pembenahan dilakukan oleh Disbudpar di objek wisata milik Pemkot Semarang beberapa bulan terakhir dengan menggunakan APBD ataupun dana bantuan dari Kemparekraf, salah satunya di Taman Lele, Hutan Kota Tinjomoyo, dan lainnya.
"Kamis (24/12) kemarin mulai kita buka, harapan kami menjadi destinasi wisata yang diminati wisatawan,"harapnya.
Di tengah Taman Lele ada sebuah panggung kecil dan tribun penonton yang baru saja selesai dibangun. Panggung tersebut rencananya bisa digunakan untuk berbagai kegiatan ataupun sekadar tempat bersantai wisatawan yang ingin menikmati rindangnya pohon besar yang ada di tengah sendang.
"Khusus di Taman Lele ini, konsepnya adalah wahana bermain keluarga. Kita benahi semua, termasuk membangun kolam renang, jogging track, pembenahan taman, dan lele raksasa yang bisa bergoyang serta menyemprotkan air," bebernya.
Lele raksasa, lanjut Iin, sengaja ditempatkan di tengah sendang yang ada di tengah Taman Lele. Konon menurut legenda yang ada, di sanalah hidup lele putih yang menyisakan kepala dan kerangka duri.
"Lele ini bisa menjadi spot berfoto selfie, dia akan bergerak menggunakan sensor ketika didekati orang. Harapannya bisa menjadi ciri khas dan magnet bagi wisatawan," katanya.
Karena keterbatasan anggaran, Iin mengaku akan kembali menganggarkan pembenahan di beberapa objek wisata milik Pemkot Semarang. Salah satunya membangun lagi jogging track di Taman Lele, serta gardu pandang. Selain itu juga perbaikan kandang.
"Anggaran tahun ini memang terbatas, ke depan akan kita bangun lagi. Misalnya, kandang yang akan diisi hewan kelinci, ayam yang ramah pengunjung, karena konsepnya wisata keluarga," ujarnya.
Kepala UPTD Kampung Wisata Taman Lele Semarang Sugiyanto menambahkan, untuk menarik wisatawan, di bagian depan dipasang papan nama besar bertuliskan Taman Lele, persis di depan Kantor Kecamatan Tugu. Begitu masuk, juga disambut taman yang indah, lengkap dengan ikon patung lele berjajar. “Nantinya juga ada gardu pandang dengan pemandangan laut utara Jawa,” katanya.
Dikatakan, dengan tampil wajah baru ini, ia berharap pendapatan dari tiket pengunjung akan naik signifikan. Ia menyebutkan pada 2019, objek wisata ini sudah berkontribusi sekitar Rp 700 juta untuk PAD Kota Semarang.
Jumlah tersebut tentu masih bisa ditingkatkan jika semua fasilitas benar-benar optimal. Termasuk 10 kamar hotel yang memang dibangun dan menjadi fasilitas di kawasan tersebut. “Jika ini sudah oke, tahun depan optimistis bisa menyumbang PAD lebih besar lagi," ujarnya. (den/fth/aro)
Editor : Agus AP