Saksi mata yang juga perawat RSUP Dr Kariadi Dwi Hidayati Mas’adah kepada polisi mengatakan, Sabtu (8/8) sekitar pukul 23.30, ia masih melihat korban di ruang isolasi 2, di Lantai 6 A Gedung Rajawali. Korban masih tidur. Namun setengah jam kemudian, pukul 00.00, ia melihat korban sudah tidak ada.
“Pintu ruangan tertutup, tapi korban sudah tidak ada di bangsalnya,” katanya.
Dwi lalu menghubungi sekuriti rumah sakit bernama Khoerul Fadlon untuk mengecek keberadaan korban. Setelah dilakukan pencarian, petugas sekuriti menemukan korban tergeletak di halaman parkir Gedung Rajawali dalam kondisi tewas tertelungkup. Kepalanya remuk membentur paving dan pembatas jalan. Kaki dan tangan kiri patah serta tulang rusuk kiri patah.
“Kami langsung menghubungi Polsek Semarang Selatan untuk dilakukan evakuasi dan pemeriksaan luar oleh Kepala Forensik RSUP Kariadi. Tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan atau penganiayaan. Korban diduga meloncat dari lantai 6 A Gedung Rajawali melalui jendela kamar mandi,” jelasnya.
Informasi yang diperoleh koran ini, korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi setelah hasil tes swab dinyatakan positif Covid-19. Tim Inafis Polrestabes Semarang yang datang di lokasi kejadian harus menggunakan alat pelindung diri (APD) saat melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban.
Ditambahkan dr Ufa, korban sendiri mempunyai riwayat penyakit kanker yang tidak kunjung sembuh. Ditambahh lagi hasil swab yang positif, sehingga korban mengalami stres, hingga nekat bunuh diri.
“Mungkin karena penyakitnya tak kunjung sembuh ditambah hasil swab positif, sehingga korban depresi,” katanya.
Humas RSUP Dr Kariadi Parna saat dihubungi tak menampik adanya peristiwa tersebut. Dikatakan, kasus tersebut sudah ditangani pihak kepolisian. “Pihak keluarga pasien sudah mendapatkan penjelasan dan sudah bisa menerima. Kami ikut bela sungkawa atas meninggalnya pasien,”ujarnya.
Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Demak dr Singgih Setyono mengatakan, tim kesehatan akan menindaklanjuti kasus tersebut dengan melakukan tracking keluarganya. "Iya. Tim pasti bergerak untuk tracking,"ujar Sekda Pemkab Demak tersebut. Sejauh ini, pihaknya belum mengetahui pasti apakah pasien rujukan dari rumah sakit di Demak atau tidak. (hid/hib/aro) Editor : Agus AP