"Agar suatu ketika, seandainya terjadi sesuatu, maka mereka sudah punya back up itu semua. Hari ini, semua harus mau pindah ke digital. Termasuk arsip pribadi, KTP, ijazah, kartu keluarga, surat-surat penting dan lainnya," kata Ganjar usai menerima penghargaan Pengawasan Kearsipan yang diserahkan oleh Menpan RB Tjahyo Kumolo dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Kearsipan.
Untuk menunjang pengarsipan tersebut, Ganjar mengatakan Pemprov Jateng telah memfasilitasi dengan menyediakan ruang digital berupa aplikasi Arsip Emas. Arsip Emas atau Arsip Elektronik Masyarakat merupakan aplikasi penyimpanan arsip-arsip keluarga. Ruang digital itupun bisa diunduh gratis melalui play store.
"Kami mencoba menginisiasi agar masyarakat peduli terhadap arsip. Aplikasi ini dibuat untuk menyederhanakan bagaimana cara mereka menyimpan. Itu cara yang digunakan. Mereka aktif mengisi sendiri tidak terlalu sulit. Cuma motret, ngunggah file dan password mereka sendiri," jelasnya.
Bukan hanya pribadi, penyimpanan data-data secara digital juga telah Ganjar terapkan pada instansi-instansi pemerintahan. Selain efisiensi, proses digitalisasi tersebut mempermudah pencarian ketika suatu saat data tersebut dibutuhkan. Termasuk pendataan kejadian luar biasa.
"Ketika terjadi SARS dulu, ekonomi yang lumpuh itu apa? Korona ini kan mirip. Kalau arsip kita bagus, itu bisa di-recall," katanya.
Proses digitalisasi juga dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pendudukan dan Catatan Sipil (Dispermasdes Dukcapil) Jateng dalam pelaporan penggunaan dana desa. Upaya tersebut, menurut Tjahjo Kumolo, harus ditiru oleh pemerintahan daerah manapun. "Yang penting tujuannya ketika masyarakat membutuhkan data, pemerintah bisa memberikan dengan cepat," ujarnya.
Gubernur Ganjar Pranowo hadir di acara Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Kearsipan di The Sunan Hotel Solo, Rabu (26/2). Di acara tersebut, gubernur menerima penghargaan Pengawasan Kearsipan yang diserahkan oleh Menpan RB Tjahyo Kumolo. (sga/lhr/ida) Editor : Agus AP