RADARSEMARANG.ID, BATANG – Perjalanan pulang skuad Persib Bandung U-18 berubah mencekam. Bus yang mereka tumpangi diserang sekelompok oknum suporter saat berhenti di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026) malam.
Akibat penyerangan tersebut, kaca bus di sisi kiri dan kanan pecah setelah dihantam lemparan batu. Media Officer Persib EPA U-18, Pandu Persada, 38, juga mengalami luka memar akibat penganiayaan. Tak hanya itu, sejumlah koper yang tersimpan di bagasi dilaporkan hilang.
Polisi telah mengamankan seorang terduga pelaku berinisial BPA, 33, warga Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat. Fakta lain terungkap setelah pemeriksaan awal menunjukkan terduga pelaku positif mengonsumsi sabu dan ganja.
Baca Juga: Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Rest Area Batang, dari Provokasi hingga Kaca Pecah dan Penjara
Rombongan Persib U-18 sebelumnya baru saja menyelesaikan pertandingan melawan Garuda United dalam ajang Elite Pro Academy (EPA) One 2026/2027 di Stadion Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Solo. Setelah pertandingan, mereka bertolak menuju Bandung menggunakan bus Bima Trans.
Sekitar pukul 21.27 WIB, bus berhenti untuk beristirahat di Rest Area KM 360 Batang. Di lokasi yang sama, terdapat rombongan suporter yang sedang dalam perjalanan pulang setelah menonton pertandingan Persija kontra PSIM di Yogyakarta pada Sabtu (10/10/2026).
Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono menjelaskan awal mula kejadian tersebut.
"Kejadian bermula saat bus yang ditumpangi oleh para pemain Persib U-18 beserta official hendak beristirahat di rest area 360," ujar Warsono, Senin (12/10/2026).
Berawal dari Teriakan, Bus Dilempari Batu
Situasi kemudian memanas setelah sejumlah suporter mengetahui bus tersebut membawa rombongan Persib. Salah seorang pelaku diduga mendekati kernet sebelum memanggil rekan-rekannya.
"Bang, sini ini bener rombongan Persib!" teriak salah seorang pelaku.
Setelah itu, sekelompok orang menyerbu bus dengan melemparkan batu berukuran besar. Kaca di sisi kiri dan kanan bus pecah akibat serangan tersebut.
Kasatreskrim Polresta Batang Kompol Bintoro Tio Pratama menjelaskan bahwa insiden itu bermula ketika para suporter mengetahui identitas rombongan yang berada di dalam bus.
Baca Juga: Naturalisasi Timnas Indonesia Jelang Piala Asia 2027, Million Manhoef hingga Jahnoah Markelo Disorot
"Kalau unsur kesengajaan tidak ada, cuma saat bertemu di Rest Area mereka tahu oh ini bis Viking, akhirnya diteriaki dan terjadilah tindakan tersebut," ujar Bintoro.
Penyerangan tersebut juga mengakibatkan Pandu Persada mengalami luka memar. Sementara itu, sejumlah koper milik rombongan dilaporkan hilang dari bagasi bus.
Polisi Telusuri CCTV, Terduga Pelaku Ditangkap di Tol Cikarang
Setelah menerima laporan melalui layanan darurat 110, jajaran Polresta Batang bersama Polsek Subah langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa rekaman CCTV, serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Polisi menduga pelaku penyerangan tidak hanya satu orang. Namun, penyelidikan awal baru mengarah pada satu orang yang berhasil diamankan.
"Dugaan sementara ada beberapa pelaku, kami mengecek CCTV dan saksi-saksi itu baru satu yang kami amankan karena ada juga CCTV yang masih buram atau tidak jelas," ucapnya.
Melalui koordinasi dengan petugas PJR Tol Cikampek, polisi akhirnya menangkap BPA di Gerbang Tol Cikarang Utama saat diduga hendak melarikan diri ke Jakarta.
Terduga pelaku diketahui mengenakan kaus bertuliskan "Persija Selamanya" ketika melakukan aksi tersebut. Polisi menyebut fanatisme terhadap klub sepak bola menjadi motif yang diduga melatarbelakangi penyerangan.
"Motifnya karena fanatik," ucap Bintoro.
Polisi Sita Batu, Bong, dan Arak Bali
Dalam pengamanan dan penggeledahan terhadap terduga pelaku, polisi tidak menemukan senjata tajam. Namun, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya batu besar yang diduga digunakan untuk merusak bus dan pakaian yang dikenakan saat kejadian.
Polisi juga menemukan alat isap bong serta beberapa botol arak Bali. Berdasarkan pemeriksaan awal, terduga pelaku dinyatakan positif mengonsumsi sabu dan ganja.
Sementara itu, bus yang mengalami kerusakan diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Manajemen Persibat turut membantu menyediakan bus pengganti agar rombongan Persib U-18 dapat melanjutkan perjalanan menuju Bandung.
Bus yang rusak saat ini berada di Kantor Polisi Subsektor Kandeman (Polsubsektor Kandeman).
Hingga Senin (12/10/2026), polisi masih mendalami kasus tersebut, menginventarisasi kerugian, serta memburu terduga pelaku lain berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi. (yan)
Editor : Baskoro Septiadi