Mual hingga Pusing Setelah Makan MBG, Ini Menu yang Dikonsumsi Ratusan Siswa di Bawang Batang

Riyan Fadli • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 09:38 WIB
Ratusan siswa sekolah dasar (SD), taman kanak-kanak (TK), guru, hingga orang tua murid diduga mengalami keracunan menu MBG. (Riyan Fadli)
Ratusan siswa sekolah dasar (SD), taman kanak-kanak (TK), guru, hingga orang tua murid diduga mengalami keracunan menu MBG. (Riyan Fadli)

 

RADARSEMARANG.ID, Batang – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disantap ratusan siswa dan warga di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, kini menjadi sorotan. Sebanyak 244 orang dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan MBG.

Ratusan korban tersebut terdiri dari siswa sekolah dasar (SD), taman kanak-kanak (TK), guru, hingga orang tua murid. Mereka mulai merasakan mual dan pusing beberapa jam setelah menyantap hidangan MBG.

Salah satu menu yang menjadi perhatian adalah telur bolognese. Berdasarkan penuturan warga, menu MBG yang dikonsumsi pada Selasa (22/9/2026) itu terdiri dari nasi putih, mix sayur, tahu mendoan, telur bolognese, dan anggur.

Baca Juga: 244 Orang Mendadak Mual hingga Muntah Usai Santap MBG di Bawang Batang, Dapur SPPG Langsung Disetop

Keluhan tidak langsung muncul setelah makanan disantap. Warga dan siswa dilaporkan mulai mengalami gejala mual dan pusing pada Selasa sore hingga malam hari.

Namun, belum dapat dipastikan makanan atau bahan makanan mana yang menjadi penyebab munculnya gejala tersebut. Dinas Kesehatan Kabupaten Batang telah mengambil sampel makanan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.

Wakil Bupati Batang, Suyono mengatakan, menu MBG yang dihidangkan kepada siswa dan guru berasal dari dapur SPPG yang berlokasi di kawasan KUD Desa Bawang. Diketahui dapur tersebut melayani sekitar 2.700 penerima manfaat.

Baca Juga: 777 Siswa dan Guru di Lasem Diduga Keracunan MBG, Tak Hanya Tutup SPPG, BGN Didesak Investigasi Menyeluruh

"Sudah berulang kali saya sampaikan, jaga SOP benar-benar karena ini berkaitan dengan makanan. Jika ada kesalahan dalam mengolah atau tidak higienis, bisa menimbulkan keracunan yang mengancam jiwa," tegas Suyono.

Sampel makanan kini diperiksa untuk mencari tahu penyebab pasti munculnya keluhan pada para penerima MBG. Hasil uji laboratorium akan menjadi salah satu dasar untuk memastikan apakah dugaan keracunan tersebut memang berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi.

Suyono juga menegaskan adanya kemungkinan sanksi tegas apabila nantinya ditemukan kelalaian dalam pengelolaan dapur SPPG.

"Kita panggil Korwil dan pengelola SPPG-nya. Jika nanti terbukti ada kelalaian berat dan tidak ada pertanggungjawaban, SPPG tersebut bisa terancam ditutup permanen," pungkas Suyono. (yan)

Editor : Baskoro Septiadi
244 korban MBG SPPG Bawang Batang telur bolognese MBG keracunan MBG Bawang menu MBG Bawang