RADARSEMARANG.ID, Batang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, mendadak menjadi sorotan. Ratusan siswa hingga warga dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan MBG yang mereka konsumsi.
Hingga Rabu (23/9/2026) malam, jumlah korban mencapai 244 orang. Mereka mengalami sejumlah keluhan, mulai dari mual, pusing, hingga muntah.
Para korban berdatangan secara bergelombang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan. Mereka menjalani pemeriksaan di Puskesmas Bawang hingga sejumlah rumah sakit rujukan.
Korban tidak hanya berasal dari kalangan siswa. Sejumlah guru, orang tua murid, bahkan lansia juga ikut mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG.
Beberapa sekolah yang siswanya dilaporkan mengalami keluhan di antaranya SD 3 Bawang, SD Pasusukan, TK PAUD Al Ikhlas, TK PAUD Harapan Bunda, dan TK Pertiwi.
Kondisi tersebut membuat penanganan korban dilakukan secara bertahap. Sebagian pasien yang kondisinya membaik diperbolehkan pulang, sementara korban lainnya masih menjalani perawatan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, turut meninjau kondisi para korban di Puskesmas Bawang bersama jajaran pengawas dan kepala sekolah.
"Malam ini teman-teman sudah ada di lokasi, dari pengawas kemudian beberapa kepala SD di Puskesmas Bawang untuk memantau situasi anak-anak kita. Sebagian sudah bisa pulang, sebagian masih menjalani perawatan. Ada sekitar empat orang, dari orang tua dan simbah murid, yang dirujuk ke RSUD Batang," ujar Bambang, Rabu malam.
Dugaan keracunan massal tersebut kemudian mendapat perhatian serius. Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan MBG di wilayah tersebut dihentikan sementara.
Penghentian dilakukan sebagai langkah antisipasi sembari penanganan terhadap para korban dan penelusuran lebih lanjut terkait penyebab munculnya keluhan setelah konsumsi MBG.
Dapur SPPG tersebut berada di kawasan KUD Desa Bawang dan diketahui melayani ribuan penerima manfaat.
Baca Juga: Buntut Dugaan Keracunan Ratusan Siswa, SMKN 6 Semarang Setop Sementara MBG hingga Evaluasi Rampung
Kasus ini menjadi perhatian karena jumlah warga yang mengalami keluhan cukup banyak. Penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Editor : Baskoro Septiadi