Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

9 Hari Hilang Misterius Jelang Visum, Korban Dugaan Pelecehan Seksual oleh Ayah Kandung di Batang Tiba-tiba Muncul

Riyan Fadli • Jumat, 19 Juni 2026 | 13:49 WIB

 

Grafis.
Grafis.

RADARSEMARANG.ID, Batang - Misteri hilangnya siswi SMK asal Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, yang menjadi korban dugaan pencabulan oleh ayah kandungnya sendiri akhirnya terungkap. Setelah sembilan hari menghilang tanpa jejak tepat sebelum menjalani visum, korban kini telah ditemukan dan dipastikan dalam kondisi aman.

Temuan tersebut membuka jalan bagi kepolisian untuk kembali menggenjot penyidikan kasus dugaan kekerasan seksual sedarah (inses) yang sempat terhambat akibat hilangnya korban secara mendadak.

Baca Juga: Korban Dugaan Kekerasan Seksual oleh Ayah Kandung di Batang Hilang Jelang Visum, Kuasa Hukum Desak Polisi Bertindak Cepat

Kuasa hukum korban, Zaenudin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima informasi resmi dari penyidik Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Batang mengenai keberadaan korban. Informasi itu diperoleh saat dirinya mendatangi Polres Batang pada Rabu (17/6) untuk menanyakan perkembangan kasus.

“Saya mendatangi penyidik Unit IV PPA Polres Batang guna menanyakan progres laporan. Dari penyidik saya menerima SP2HP dan mendapat informasi bahwa korban sudah bisa dihubungi,” ujar Zaenudin, Jumat (19/6).

Sebelumnya, korban dilaporkan menghilang di area parkir RSUD Kalisari pada 8 Juni 2026. Saat itu, korban dijadwalkan menjalani visum sebagai bagian penting dari proses pembuktian perkara. Namun, sebelum pemeriksaan dilakukan, korban tiba-tiba lenyap sehingga memunculkan berbagai tanda tanya.

Keberadaan korban baru diketahui sembilan hari kemudian, tepatnya pada 17 Juni 2026. Tim kuasa hukum menduga selama masa menghilang tersebut korban berada bersama keluarga dari pihak ayah kandungnya yang kini berstatus terduga pelaku.

Baca Juga: Pelaku Penyerangan Istri di SD Kalipancur Semarang Diduga Sudah Merencanakan Aksinya, Terancam 10 Tahun Penjara

“Kemungkinan selama ini korban bersama keluarga ayah kandungnya. Sebab ibu kandung korban tidak memiliki saudara di daerah sini karena berasal dari Sambas, Kalimantan,” jelas Zaenudin.

Dengan ditemukannya korban, penyidik kini bersiap melanjutkan tahapan pemeriksaan yang sempat tertunda. Pada Senin (22/6), korban dijadwalkan hadir di Polres Batang untuk memberikan keterangan tambahan sekaligus menjalani visum.

“Nanti korban akan datang ke Polres Batang didampingi ayah angkatnya untuk memberikan keterangan tambahan dan melakukan visum,” katanya.

Meski demikian, muncul pertanyaan mengenai perlindungan khusus terhadap korban mengingat sebelumnya sempat menghilang secara misterius. Zaenudin mengaku pihaknya akan membahas kebutuhan pengamanan tersebut saat bertemu dengan penyidik dan korban pekan depan.

“Terkait pengamanan korban memang belum ada permintaan khusus. Nanti akan kami sampaikan saat bertemu korban di Polres Batang,” tegasnya.

Kasus ini sebelumnya menghebohkan warga Kabupaten Batang setelah terungkap dugaan kekerasan seksual yang dilakukan seorang ayah terhadap anak kandungnya sendiri.

Berdasarkan laporan keluarga, dugaan perbuatan tersebut terjadi sejak 2024 saat ibu korban bekerja di Tangerang. Kasus itu akhirnya terungkap pada Mei 2026 setelah ibu korban pulang dan mendengar langsung pengakuan putrinya terkait dugaan peristiwa yang dialaminya. (yan)

Editor : Baskoro Septiadi
#korban inses Batang #siswi SMK Batang #korban hilang jelang visum #kasus pencabulan ayah kandung #Polres Batang PPA