Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Lari Sambil Pantau Sampah, Pelari Run for Rivers Tiba di Gringsing Batang

Riyan Fadli • Selasa, 5 Mei 2026 | 05:08 WIB
Sungai Watch saat disambut Muspika Kecamatan Gringsing. RIYAN FADLI JAWA POS METRO PEKALONGAN
Sungai Watch saat disambut Muspika Kecamatan Gringsing. RIYAN FADLI JAWA POS METRO PEKALONGAN

RADARSEMARANG.ID, Batang – Tim kampanye lingkungan Sungai Watch yang dipimpin oleh sang pendiri, Gary Bencheghib, akhirnya tiba di Kabupaten Batang pada Senin, 4 Mei 2026 malam.

Kedatangan Gary Bencheghib, Kelly Bencheghib, dan Sam Bencheghib yanh sedang menjalankan misi Run for Rivers di wilayah perbatasan ini menjadi bagian dari misi lari jarak jauh untuk memantau kondisi sampah di sepanjang jalan dan sungai. 

Mereka kompak mengenakan kaos yang diberikan oleh mantan Presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Melintasi Sungai Aji Kendal, Pelari Run for Rivers: Ini Sungai Terkumuh Sepanjang yang Kami Lintasi

Rombongan tiba di Kantor Kecamatan Gringsing sekitar pukul 20.00 WIB dan langsung mendapat sambutan hangat dari jajaran muspika setempat.

Turut menyambut secara langsung Camat Gringsing Ridho Budi Kurniawan, Kapolsek Gringsing AKP Kurnia Taufik, Babinsa Plelen Prima Windarmiko, beserta jajaran lainnya.

Sebelum tiba di titik penyambutan, Gary dan tim berlari dari wilayah Kabupaten Kendal menuju garis finis etape hari itu di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Menariknya, aksi lari ini tidak dilakukan sendirian.

Mereka mendapat pengawalan dan pendampingan antusias dari komunitas lokal, yakni Gringsing Runners dan Komunitas Sepeda Gringsing.

Baca Juga: Pelari Run for Rivers Temui Gubernur Jateng Bahas Aksi Bersih Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan Sungai Watch Berkantor di Wisma Perdamaian

Sepanjang perjalanan, rombongan pelari secara konsisten menggunakan bahu jalan di lajur kanan, berlawanan arah dengan arus kendaraan (contraflow).

Sesekali mereka menggunakan lajur kiri karena ada penyempitan jalan terdampak perbaikan jalan.

Seperti di bawah flyover jalan tol di Kecamatan Gringsing, para pelari diarahkan oleh aparat kepolisian dan tentara menggunakan sisi kiri jalan yang ditutup.

Jalan tersebut ditutup karena akan dilakukan pengecoran. Setelah itu, mereka lembali menggunakan lajur kanan jalan.

Langkah ini sengaja diambil agar tim Sungai Watch dapat memantau dengan jelas kondisi tumpukan sampah yang ada di sisi jalan raya maupun sungai-sungai kecil yang mereka lewati.

Begitu melintasi Jembatan Merah yang menjadi batas sekaligus ikon wilayah timur Batang, Gary mengaku merasakan perbedaan yang cukup signifikan dibandingkan etape sebelumnya. Ia pun tak segan memuji kondisi kebersihan di Kecamatan Gringsing.

Baca Juga: Pelari Run for River Sam, Gary dan Kelly Bencheghib Tembus Padatnya Lalu Lintas Pantura Semarang-Kendal

"Kita baru menyeberang ke Batang, di Kecamatan Gringsing melewati Jembatan Merah. Rasanya agak beda daripada di Kendal. Di Kendal lumayan banyak sampah, apalagi setelah hujan. Tapi pas masuk ke Batang, jauh lebih baik," ungkap Gary.

Gary juga mengapresiasi sambutan dari pihak Kecamatan Gringsing. Meski sempat terjadi sedikit miskomunikasi jadwal yang membuat rencana sosialisasi dengan pelajar SMA tertunda, semangat timnya tak surut.

Pelajar tetep mendapatkan edukasi terkait dengan bahaya sampah oleh tim Sungai Watch di kantor Kecamatan Gringsing. Ia memastikan perjalanan akan dilanjutkan keesokan harinya menuju Kecamatan Kandeman.

"Setelah lari ini selesai, waktunya akan jauh lebih panjang. Kita berencana kembali lagi ke sini karena kami masih mapping (memetakan) beberapa sungai di Batang. Jadi kita ingin punya lebih banyak waktu di sini," tambah Gary.

Aksi nyata yang dilakukan oleh tim Sungai Watch ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kecamatan Gringsing.

Camat Gringsing, Ridho Budi Kurniawan, menilai misi yang dibawa Gary sangat selaras dengan kebutuhan edukasi masyarakat terkait pelestarian lingkungan.

"Ini sangat luar biasa. Harapannya, kegiatan ini bisa menginspirasi sekaligus mengedukasi masyarakat sekitar tentang bagaimana arti pentingnya menjaga kebersihan sungai," tegas Ridho.

Bayu Tri Purnomo, 32, perwakilan pelari dan pesepeda Gringsing antusias menyambut Sungai Watch.

Pihaknya juga menyoroti kesadaran masyarakat yang kurang peka terhadap sampah. Ia pun terkesan, melihat ada warga asing yang justru peduli terhadap kondisi persampahan yang ada di sungai Indonesia.

"Sebenarnya itu jadi indikasi bahwasanya kesadaran kita sebagai warga lokal sebenarnya kurang, sih. Ya, kita juga seharusnya ikut lah, andil juga," ucapnya.

Kehadiran Sungai Watch di Batang diharapkan mampu menjadi pemantik kesadaran kolektif warga untuk lebih peduli pada tata kelola sampah, sekaligus menyelamatkan sungai-sungai di daerah dari ancaman pencemaran.

Selanjutnya, mereka dijadwalkan untuk melanjutkan perjalanan melintasi Alas Roban pada Selasa 5 Mei 2026.

Pada hari berikutnya, Rabu 6 Mei 2026, mereka akan melakukan fun run bersama Bupati Batang, M Faiz Kurniawan dan komunitas lari dari Kabupaten Batang. (yan)

Editor : Baskoro Septiadi
#sungai watch #run for rivers