Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Raih Abdi Nagari Award 2025, Ketua PGRI Batang Tekankan Transformasi Guru Hadapi Era Industri

Riyan Fadli • Selasa, 16 Desember 2025 | 16:01 WIB
PRESTASI: Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Batang, M. Arief Rohman saat menerima penghargaan Abdi Nagari Award 2025.
PRESTASI: Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Batang, M. Arief Rohman saat menerima penghargaan Abdi Nagari Award 2025.

RADARSEMARANG.ID, Batang – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Batang, M. Arief Rohman, S.Pd., M.Pd., M.Si., M.Pd., menerima penghargaan bergengsi Abdi Nagari Award 2025. Penghargaan ini diberikan dalam kategori Abdi Transformasi Mutu Guru dan Penguatan Sumber Daya Pendidikan pada malam penganugerahan yang digelar Jawa Pos Radar Semarang bekerja sama dengan Radar Semarang Academy, Jumat malam (12/12/2025).

Bertempat di Petra Ballroom, Noormans Hotel, Kota Semarang, acara yang berlangsung hangat dan berkelas ini turut disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno. Sebanyak 33 tokoh pengabdi negeri, mulai dari guru, rektor, kepala OPD, hingga aparat penegak hukum, menerima apresiasi atas dedikasi mereka.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata dedikasi M. Arief Rohman dalam mengawal mutu pendidikan di Batang. Sosok yang baru saja menyelesaikan pendidikan magister ketiganya ini konsisten menyuarakan bahwa peningkatan mutu guru bukan sekadar pekerjaan administratif.

 Baca Juga: Terima Abdi Nagari Award 2025, Camat Nashruddin Wujudkan Bandar Sebagai Kota Pendidikan yang Bersih, Tertib dan Indah

"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya dan kami semua di PGRI untuk terus menciptakan transformasi pengembangan kompetensi guru. Kita harus menjawab tantangan zaman di era digital dan industrialisasi," ujar Arief.

Pihaknya pun siap mendukung program-program kerja Bupati Batang M Faiz Kurniawan. Menurutnya, peran guru telah mengalami pergeseran signifikan sejak zaman kolonial hingga era kemerdekaan.

Jika dulu guru hanya berfungsi mentransfer pengetahuan (transfer of knowledge), kini tantangannya jauh lebih kompleks.

"Sekarang tidak hanya transfer ilmu, tapi transfer of value and innovation. Jika siswa bertemu guru yang profesional dan memiliki kecakapan abad 21, mereka akan berkembang cepat menjadi pribadi yang pintar namun tetap berkarakter," tegas Arief.

Arief menyoroti bahaya jika pendidikan hanya mengejar kepandaian tanpa pembentukan karakter. Ia mengkhawatirkan munculnya generasi muda yang egois dan individualistis akibat pengaruh gawai yang menjauhkan interaksi sosial.

 Baca Juga: Wujudkan Sekolah sebagai Rumah Kedua yang Aman, Kepala Disdikbud Batang Diganjar Abdi Nagari Award 2025

"Jangankan anak-anak, orang tua kalau kumpul saja pegang HP masing-masing. Di sinilah peran guru sangat penting untuk menjaga karakter anak agar tetap mandiri, komunikatif, dan mampu bekerja sama. Sukses masa depan anak ditentukan dari kemampuannya menjadi makhluk sosial," imbuhnya.

Dalam konteks lokal, Arief Rohman mengingatkan bahwa Kabupaten Batang kini tengah bertransformasi dengan adanya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Visi misi Bupati Batang yang menetapkan lima zona pembangunan strategis, termasuk zona industri di Gringsing dan Banyuputih, harus direspon cepat oleh dunia pendidikan.

"Kalau Batang tidak bersiap menyiapkan anak-anak terbaiknya, posisi-posisi strategis itu bisa diisi orang luar. Jangan sampai Batang hanya jadi penonton, bukan aktor," ucapnya.

Ia mendorong para guru untuk memetakan potensi sesuai zona wilayah masing-masing. Sesuai program Bupati Batang M Faiz Kurniawan yang telah membentuk lima zona wilayah khusus.

Guru di wilayah Bandar yang ditetapkan sebagai zona pendidikan, misalnya, harus memperkuat inovasi pengajaran. Sementara guru di wilayah pesisir harus mampu mengaitkan materi dengan potensi kelautan.

"Kami akan terus mengawal putra-putra terbaik Batang agar visi Indonesia Emas 2045 bisa terwujud, dan Batang menjadi bagian emas dari sejarah tersebut," pungkas Arief. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Abdi Nagari Award. Ajang ini dinilai bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pengakuan nyata atas kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinilai secara objektif oleh pihak eksternal.

 Baca Juga: Kajari Kota Semarang Andhie Fajar Arianto Raih Abdi Nagari Award 2025, Ini Prestasinya

Hal tersebut disampaikan Sumarno saat memberikan sambutan kepada para penerima penghargaan. Menurutnya, apresiasi semacam ini sangat krusial untuk menjaga motivasi para abdi negara.

“Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi ASN lainnya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sumarno mengakui, tantangan yang dihadapi ASN di masa depan akan semakin kompleks. Selain tuntutan untuk menjadi teladan dalam bersikap dan berperilaku, ASN kini dihadapkan pada kewajiban untuk beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi layanan.

Transformasi digital, menurut Sumarno, menjadi kunci dalam reformasi birokrasi saat ini. “Pelayanan publik saat ini harus mengarah pada pemanfaatan teknologi. Karena itu, dibutuhkan edukasi dan peningkatan kapasitas ASN agar pelayanan semakin optimal,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Baehaqi, dalam sambutannya menegaskan filosofi di balik Abdi Nagari Award 2025.

Ia menyebut ajang ini sebagai ruang penghargaan bagi mereka yang bekerja dalam sunyi namun mampu menghasilkan cahaya bagi masyarakat.

“Ini adalah penghormatan bagi para aparatur negara yang mengabdi bukan untuk terlihat, tetapi untuk menghadirkan perubahan,” ujarnya. (yan)

 

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#pendidikan #PGRI #Abdi Nagari Award 2025 #batang