Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kondisi Ban Bus PO Haryanto yang Kecelakaan di Tol Batang-Semarang Jadi Perhatian Kepolisian

Riyan Fadli • Senin, 27 Oktober 2025 | 20:40 WIB
LAKA: Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. M. Pratama Adhyasastra saat meninjau kondisi ban bus PO Haryanto.
LAKA: Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. M. Pratama Adhyasastra saat meninjau kondisi ban bus PO Haryanto.

 

RADARSEMARANG.ID, Batang – Misteri penyebab kecelakaan maut Bus PO Haryanto di Tol Batang-Semarang KM 354 yang menewaskan tiga penumpang mulai menemui titik terang.

Kondisi ban menjadi perhatian khusus karena mengarah ke kondisi tak layak pakai, bahkan disinyalir merupakan ban vulkanisir.

Hal ini diungkapkan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. M. Pratama Adhyasastra, saat meninjau langsung bangkai bus di Exit Tol Kandeman, Senin 27 Oktober 2025.

 Baca Juga: Cerita Detik-Detik Kecelakaan Bus Po Haryanto di Tol Batang-Semarang, Sempat Oleng Tiga Kali di Tengah Hujan Deras

Menurutnya, dari pengamatan awal di lokasi, ada indikasi kuat bahwa ban menjadi salah satu pemicu utama insiden tragis yang juga melukai 20 penumpang tersebut.

“Sementara kita akan kaji ya, karena unsur kecelakaan itu bisa dari faktor alam, manusia, dan juga teknis. Kalau alam memang tadi malam hujan, tapi itu tidak semata-mata jadi penyebab utama,” ujar Kombes Pratama.

Fokus penyelidikan kini mengarah pada kondisi teknis, terutama kelayakan ban bus nahas tersebut.

Kombes Pratama khawatir kedalaman kembangan ban sudah tidak memenuhi standar minimal keselamatan, yakni 3 milimeter.

“Kalau hasil penelusuran awal, mungkin perlu kita kaji lagi. Karena harusnya ban itu kembangannya minimal 3 milimeter, khawatir ini kurang dari 3 milimeter. Demikian juga yang belakang,” jelasnya.

 Baca Juga: Bus PO Haryanto Terguling di Tol Batang-Semarang saat Hujan Deras, 3 Penumpang Tewas dan 20 Terluka

Kondisi ban yang aus, lanjutnya, sangat berbahaya karena daya cengkeram ke aspal berkurang drastis, terutama saat jalanan basah akibat hujan. Hal ini membuat kendaraan mudah tergelincir atau mengalami aquaplaning.

Meski dugaan menguat pada faktor teknis, Dirlantas menegaskan pihaknya juga akan mendalami kemungkinan adanya human error atau kelalaian pengemudi.

“Nanti kita minta keterangan dari sopir, termasuk soal kecepatan dan persneling yang digunakan saat kejadian. Kita juga akan lihat bagaimana reaksi sopir itu,” ungkapnya.

Untuk memastikan hasil yang valid dan objektif, Polda Jateng tidak akan bekerja sendiri. Sejumlah ahli akan dilibatkan untuk memeriksa bangkai bus secara menyeluruh.

“Validnya nanti akan kita panggil ahlinya, termasuk ahli ban dan teman-teman Dinas Perhubungan. Kita akan ambil sampel ban yang mirip untuk dibandingkan dengan kondisi aslinya,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Bina Marga untuk memastikan apakah ada faktor lain dari kondisi jalan tol, seperti genangan air yang melebihi batas toleransi.

“Semua masih kita dalami. Mudah-mudahan hasil penyelidikan nanti bisa memberikan kesimpulan yang jelas dan menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. (yan)

Editor : Baskoro Septiadi
#PO Haryanto #Dirlantas Polda Jateng #LAKA #tol batang semarang