Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mereka yang Harus Bertugas saat Lebaran, Nakes RS QIM Batang Bawa Rendang, Opor dan Lontong ke Rumah Sakit

Riyan Fadli • Senin, 31 Maret 2025 | 15:55 WIB

 

Kepala IGD RS QIM Arief Rizqon, Dokter Diana Hayati, dan perawat IGD Dina Novitriyanti yang sudah biasa piket saat Lebaran. RIYAN FADLI JAWA POS RADAR SEMARANG
Kepala IGD RS QIM Arief Rizqon, Dokter Diana Hayati, dan perawat IGD Dina Novitriyanti yang sudah biasa piket saat Lebaran. RIYAN FADLI JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID - Lebaran selama ini menjadi momentum untuk saling bercengkrama dan bersilaturahmi dengan keluarga.

Bahkan sampai rela mudik dari kota hanya untuk bertemu sanak saudara.

Suasana kehangatan itu ternyata juga terjadi di Rumah Sakit Qolbu Insan Mulia (RS QIM) Kabupaten Batang saat Lebaran tiba.

Para perawat dan dokter tetap profesional dengan menjalankan tugasnya.

Namun, untuk mengobati rasa kangen bertemu keluarga, mereka membawa hidangan yang bisa mengobati rasa kangen.

Ada yang membawa rendang, opor, lontong, dan lain sebagainya.

"Pas jaga itu pasti kangen dengan keluarga, apalagi masakan keluarga. Kita masak di rumah, mengurangi rasa kangen, dibawa saja ke rumah sakit. Berbagi sama yang lain. Saya biasanya bawa rendang, makan bareng-bareng di rumah sakit," ujar Diana Hayati, 35, doker umum dan dokter jaga di IGD RS QIM.

Ia menjelaskan, setiap tenaga medis pasti pernah merasakan jaga pas Lebaran. Jadwal terbagi rata, bergantian sesuai shift yang dibuat.

Dokter Diana sudah bekerja di RS QIM selama 9 tahun dan ia sudah lebih dari 5 kali dapat tugas jaga pas Lebaran.

Bahkan, keluarganya sudah memaklumi, karena sering bertugas saat hari Lebaran.

Sementara untuk bersilaturahmi dengan keluarga, ia menyempatkan diri setelah tugas selesai.

"Salat Id, jika memang memungkinkan tidak perlu ada pengawasan IGD, kita bisa salat dulu. Digantikan yang tidak salat, dijagakan dulu. Ketika salat Id selesai kita langsung jaga, tidak lama," terangnya.

Ia menjelaskan, rata-rata pasien saat Lebaran itu karena kecelakaan. Justru warga lokal kalau Lebaran malah sepi.

Mereka lebih memilih berlebaran di rumah terlebih dahulu. Sedangkan pasien kecelakaan rata-rata dari luar kota Batang.

Ia pernah mengalami kisah haru yang terjadi jelang Lebaran. Ada orang yang mau beli kembaran kerudung sama temannya. Ia menyebutnya sebagai tragedi kerudung merah.

Mereka kecelakaan, satu diantaranya meninggal karena cedera kepala berat. Korban sudah ditolong di ICU, koma berhari-hari dan akhirnya meninggal.

"Justru yang meninggal itu yang mengantarkan temannya. Keluarga histeris, banyak yang menolong, karena kondisi datang pendarahan di mana-mana. Saya sampai berkaca-kaca," tuturnya.

Sementara itu, Arief Rizqon, Kepala IGD RS QIM menjelaskan, pelayanan di IGD saat Lebaran sama saja seperti hari-hari biasa.

Yang membedakan adalah saat masa mudik dan balik Lebaran, banyak faskes BPJS yang tutup, seperti dokter praktek cuti, dan lain-lain.

Akhirnya di IGD juga melayani keluhan-keluhan ringan, karena dokter umum banyak yang tutup.

"Penanganan gawat darurat sesuai prosedur, tetap ditangani secara profesional. Kalau dokternya pas ada, kita rawat di sini, tapi kalau pas dokternya cuti kita rujuk ke rumah sakit lain. Intinya siap 24 jam," terangnya.

Dina Novitriyanti, 29, perawat di IGD RS QIM menambahkan, saat bekerja, profesionalitas harus tetap dijaga, walaupun ada suka duka saat Lebaran.

Selama delapan tahun bekerja di RS QIM, ia sudah delapan Lebaran bertugas jaga sebagai perawat.

"Biasanya Lebaran itu kan identiknya kita kumpul sama keluarga. Tapi karena perawat, mau tidak mau kita harus profesional. Merayakan Lebarannya ya di rumah sakit, untuk merawat pasien," ucapnya.

Saat jaga shift pagi, pihaknya masih diberi kesempatan untuk bisa salat Id di rumah. Berangkatnya setelah salat Id. Sementara saat dapat tugas jaga malam, tidak bisa ikut salat Id.

"Pasti pengen ketemu keluarga, apalagi yang di perantauan pulang. Tapi mau bagaimana lagi, kita harus tetap profesional. Saudara jauh itu sampai ada yang bilang, waktunya Lebaran kok berangkat sendiri. Tapi kalau keluarga inti sudah memahami," tandasnya. (yan/ton)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#rumah sakit #lebaran #RS Qim #batang