Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Update Gempa Batang: 9 Korban Dilarikan Ke Rumah Sakit, 1 Kelas SMPN 7 Rusak Parah

Riyan Fadli • Senin, 8 Juli 2024 | 01:36 WIB

Kondisi rumah warga Lebo, Kecamatan Warungasem yang ambruk karena gempa. RIYAN FADLI JAWA POS RADAR SEMARANG
Kondisi rumah warga Lebo, Kecamatan Warungasem yang ambruk karena gempa. RIYAN FADLI JAWA POS RADAR SEMARANG
 
RADARSEMARANG.ID, Batang - Gempa bumi 4,6 magnitudo terjadi di Kabupaten Batang, Minggu 7 Juli 2024 pukul 14.34 WIB.

Guncangan terasa hingga Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Pemalang. BPBD Kabupaten Batang, hingga pukul 17.00 WIB mencatat ada cukup banyak bangunan terdampak gempa.

"Gempa yang tadi terjadi pada 14.30 di titik wilayah Desa Kaliwareng, Kecamatan Warungasem dengan kekuatan magnitudo 4,6 ini membuat masyarakat panik," ujar Muhammad Fajri, Kabid Kegawatdaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Batang di kantornya.

Titik gempa itu berada sekitar 6,6 kilometer dari pusat kota Batang.

Pihaknya mengatakan bahwa BPBD Kabupaten Batang membuka posko siaga di Kantor BPBD Kabupaten Batang.

Sementara tim gabungan dari BPBD, relawan, TNI, Polri dan lainnya diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pendataan.

Data sementara pihaknya mencatat ada 9 rumah rusak ringan sampa berat, dua sekolah juga terdampak.

Sekolah terdampak itu adalah SMPN 7 Batang dan SDN Kalisalak. Ada puluhan bangunan rusak terdampak lain yang belum terdata.

"Data sementara dampak yang terjadi ada di 3 wilayah kecamatan. Yang pertama Kecamatan Warungasem, kemudian Kecamatan Batang, dan Kecamatan Wonotunggal," imbuhnya.

Selain itu area perkantoran di Pendopo Kabupaten Batang juga ikut terdampak. Beberapa bangunan plafon dan atapnya ambrol. Namun masih tergolong ringan.

Kerusakan rumah banyak terjadi di kecamatan Warungasem. Ada di Desa Candiareng, kemudian Desa Lebo. Pihaknya sudah meluncurkan petugas untuk melakukan kaji cepat.

"Atap Masjid Agung ambrol. Kemudian beberapa atap dan dinding di Pendopo area perkantoran Bupati Batang. Namun hanya bagian-bagian kecil saja," terangnya.

Untuk korban, pihaknya mendata 4 orang dirawat di RSUD Batang dan 5 orang di RS QIM. Total ada 9 orang korban terkena runtuhan bangunan.

"Untuk korban sementara yang kami dapat ada 4 orang yang ada di rumah yang ada di RSUD Batang. Satu laki-laki tiga perempuan. Korban mengalami luka ringan. Dari Rumah Sakit QIM ada 5 korban luka ringan," imbuhnya.

Selanjutnya, ia menghimbau agar masyarakat waspada dan berhati-hati jika ada gempa susulan.

"Masyarakat tetap waspada tetap berkoordinasi dengan aparat desa setempat bila terjadi gempa susulan jangan panik jangan melakukan tindakan-tindakan yang di luar komando atau perintah perangkat desa," tandasnya.

Kepala SMPN 7 Batang, Muhammad Santoso mengatakan, kerusakan terjadi di satu ruang kelas. Bagian plafon kelas 7B ambrol seluruhnya. Lalu beberapa dinding mengalami retak

"Kalau SMP N 7 yang rusak parah satu kelas, kelas 7 B, kalau yang lainnya hanya kecil kecil saja, misal ada genteng jatuh, kemudian ada tembok cuil," ujarnya.

Santoso, sapaan akrabnya, menyebut saat kejadian ada dua guru yang sedang lembur mengurusi ijazah siswa. Guru itu langsung menghubungi usai gempa terjadi.

"Saya dapat laporan dari ibu guru yang lembut tadi. Kemudian saya langsung turun ke TKP dan langsung melihat sendiri gitu. Kerusakan hanya di kelas 7 B," jelasnya. (yan/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Gempa #gempa batang #kerusakan gempa