Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kasus Vina Cirebon Gugah Warga Batang Pertanyakan Pembunuhan Haniyah Tahun 2016 Silam, Begini Perjalanan Kasusnya

Baskoro Septiadi • Kamis, 13 Juni 2024 | 16:42 WIB
Baliho di pertigaan jalan dekat Pasar Warungasem, Kecamatan Warungasem yang mempertanyakan kejelasan kasus Haniyah. (Riyan Fadli/Jawa Pos Radar Semarang)
Baliho di pertigaan jalan dekat Pasar Warungasem, Kecamatan Warungasem yang mempertanyakan kejelasan kasus Haniyah. (Riyan Fadli/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Batang -  Kasus Vina Cirebon yang kembali diusut setelah viral masih menghebohkan jagat maya di Indonesia.

Kasus itu terjadi pada 2016 silam, namun baru kembali dikuak setelah tayangnya film tentang korban. 

Kasus yang sudah lama menguap ternyata juga menggugah warga Kabupaten Batang. Ada peristiwa pembunuhan yang sama-sama belum terkuak hingga kini. Kasus itu terjadi pada tahun 2016. 

Warga memasang baliho berukuran sedang di pertigaan jalan Pasar Warungasem dan pertigaan jalan dekat Masjid Gapuro, Kecamatan Warungasem.

Baliho itu berisi pertanyaan tentang kasus seorang pembantu bernama Haniyah, 37, yang ditemukan tewas di garasi mobil rumah majikannya. 

"Kasus pembunuhan Haniyah binti Sutrisno 2016-2024 terabaikannya???," tulisan yang terpampang besar di baliho. 

Baliho itu menjelaskan tentang kematian Haniyah yang dulu sempat membuat heboh warga sekitar, dan masyarakat Kabupaten Batang. "2024 belum ada titik terang???," tulisan lain yang menonjol di baliho tersebut.

Sementara itu, Ketua LBH Ansor Kabupaten Batang Miqdam Yusria Ahmad menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus tersebut.

"LBH Ansor Batang bersama LBH Ansor se Indonesia siap mengawal kasus Haniyah yang sudah 8 tahun tidak ada kabarnya," ucapnya, Kamis 13 Juni 2024.

Seperti diketahui, Haniyah ditemukan tewas dengan kondisi kepala yang bersimpah darah. Lokasinya berada di Desa Gapuro, Kecamatan Warungasem. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 4 Desember 2016. 

Haniyah sendiri diketahui bekerja di rumah Masrukhin yang saat itu berusia 44 tahun. Mayat Haniyah pertama kali ditemukan Masrukhin saat ingin memasang penutup pada mobilnya yang berada di dalam garasi. Saat itu Masrukhin dibantu oleh Ikoh masuk melalui pintu gudang samping garasi.

Keduanya terkejut melihat pembantunya tergeletak di lantai garasi. Posisinya sudah terlentang di lantai garasi dengan kepala bersimbah darah. 

Korban diketahui mendapatkan luka sobek dibagian kepala belakang sebelah kanan. Luka tersebut sekira berdiameter 3 sentimeter. Selain itu, luka lebam juga ditemukan pada leher sebelah kanan korban.

Dalam olah TKP yang dilakukan Polres Batang, diketemukan beberapa barang bukti berupa satu buah gembok garasi berikut anak kunci, ponsel merk Nokia warna hitam milik korban dan juga sandal jepit warna putih milik korban.

Perkiraannya, korban meninggal karena pukulan benda tumpul dan dicekik. Namun demikian, kasus ini belum diketahui perkembangannya hingga saat ini. Siapa sebenarnya pelaku pembunuhan Haniyah? (yan/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Vina Cirebon #Pembunuhan Haniyah Batang #Haniyah #Pembunuhan batang