RADARSEMARANG.ID, BATANG – Peran PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) untuk mengentaskan stunting dan pembiayaan jaminan kesehatan di Kabupaten Batang mendapatkan penghargaan dari Pemda.
Penghargaan ini diberikan Pj Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki kepada Direktur Operasional BPI, Yoshimitsu Fujii dan General Manager Stakeholder Relation Aryamir Husien Sulasmoro.
“Keberhasilan dan kesuksesan implementasi program CSR BPI dapat diraih karena kepercayaan, dukungan, kemitraan, kolaborasi, dan sinergitas antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat, oleh karena itu saya mewakili manajemen BPI mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang senantiasa mendukung BPI hingga saat ini” kata Direktur Operasional PT Bhimasena Power Indonesia, Yoshimitsu Fujii pada acara Perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-59 di Dinas Kesehatan Kabupaten Batang (11/11).
Ia menjelaskan, berdasarkan catatan melalui pengukuran aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PBGM) pada bulan Mei 2023, angka stunting di Kabupaten Batang mencapai 9,6 persen dari 56 ribu balita.
Fujii menjelaskan, implementasi program CSR BPI bidang kesehatan telah berjalan sejak tahun 2012.
Yakni di antaranya melalui program peningkatan layanan kesehatan, pemberian Makanan Tambahan (PMT) Posyandu dan Program Stunting, bantuan alat kesehatan, serta peningkatan kapasitas untuk tenaga kesehatan, kader posyandu, dan bidan desa, penyuluhan kesehatan untuk masyarakat melalui program GERMAS, dan bantuan modal usaha ke desa mitra program CSR BPI.
“BPI telah berkontribusi dalam memberi dukungan kepada pelayanan Posyandu dan bantuan PMT sejak 2012 hingga sekarang yang diberikan kepada Balita dan Lansia di 57 Posyandu di 14 desa mitra program CSR BPI, serta telah memberikan 1.232 paket bantuan alat kesehatan kepada kelompok kader kesehatan dan bidan desa,” imbuhnya.
Sementara itu pada program sanitasi dan akses air bersih ikut serta mendukung program Open Defecation Free (ODF) atau tidak buang air besar sembarangan sejak tahun 2017.
Hingga Oktober 2023 BPI telah mendukung 2.183 paket jambanisasi di 14 desa dan 14 desa tersebut telah berhasil dinyatakan berstatus ODF.
BPI juga melakukan dukungan bantuan infrastruktur sarana umum kepada warga di desa mitra program CSR.
Yakni membantu renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) yang bertujuan untuk mendukung dan meningkatkan hunian yang layak dan berkualitas.
Sehingga kesehatan masyarakat terjaga dengan baik.
Sejak tahun 2019 hingga Oktober 2023, program CSR BPI telah memberikan 52 paket renovasi RTLH kepada warga di Kabupaten Batang.
Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki pun memberikan apresiasinya kepada BPI.
Juga seluruh perusahaan swasta di Kabupaten Batang yang telah bersama-sama dengan Pemda dalam penanganan stunting di wilayah Kabupaten Batang.
“Upaya Pemkab Batang untuk percepatan penanganan stunting di wilayah Kabupaten Batang dilakukan menggunakan metode kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, swasta, dunia usaha, masyarakat dan para awak media telah memberikan hasil yang sangat baik," ujarnya. (yan)
Editor : Agus AP