Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Habib Luthfi hingga Raja Sumedang Larang Hadiri Haul Akbar Kalisalak Batang

Riyan Fadli • Senin, 30 Oktober 2023 | 01:49 WIB
HAUL AKBAR : Habib Lutfi bin Yahya dan Maharaja Sumedang Larang Sri Radya HRI Lukman Soemadisoeria berdampingan di acara puncak haul akbar di Desa Kalisalak, Kecamatan Limpung, Minggu (29/10). (ist)
HAUL AKBAR : Habib Lutfi bin Yahya dan Maharaja Sumedang Larang Sri Radya HRI Lukman Soemadisoeria berdampingan di acara puncak haul akbar di Desa Kalisalak, Kecamatan Limpung, Minggu (29/10). (ist)

RADARSEMARANG.ID, BATANG - Berbagai tokoh besar menghadiri haul akbar dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Kalisalak, Kecamatan Limpung, Minggu (29/10).

Seperti Raja Keraton Sumedang Larang Sri Radya HRI Lukman Soemadisoeria, hingga Habib Lutfi bin Yahya.

Hal ini karena Desa Kalisalak punya sejarah panjang perjuangan kemerdekaan dan penyebaran Islam.

Haul akbar tahun ini puncaknya digelar hari Minggu pagi (29/10) di masjid Nurul Jamal.

Kepala Desa Kalisalak, Setiadi menyebutkan di desanya terdapat tujuh makam aulia yang berada di dua lokasi.

Saat ini kondisinya terawat baik. Setiap tahun digelar haul akbar yang berpusat di masjid dukuh Kalibening.

Di kompleks masjid Dukuh Kalisalak terdapat makam Kiai Kidam Muhammad dan Habib Hamid bin Idrus.

Sedangkan di kompleks masjid dukuh Kalibening ada makam Habib Umar bin Yahya, Habib Hasan bin Abdullah, Habib Husein, Habib Abdurrohman dan Syaikh Ibrahim.

KH Ahmad Rifa'i, tokoh Rifaiyah dan tokoh Pahlawan Nasional dari Kabupaten Batang dan Rifaiyah juga pernah berjuang di Kalisalak pada tahun 1.800-an.

"Dengan adanya makam para aulia membuat Desa Kalisalak mempunyai hubungan dekat dengan Habib Lutfi bin Yahya," terang Setiadi.

Baru-baru ini, tim dari Desa Kalisalak berkunjung ke Kerajaan Sumedang Larang.

Di sana mereka menemukan bahwa masjid di Desa Kalisalak berdiri sekitar tahun 1.610 Masehi, pada zaman Kiai Kidam Muhammad.

Hal tersebut diketahui karena kubah masjid Kalisalak yang terbuat dari tanah liat sama seperti di Kerajaan Sumedang Larang. 

Beberapa tokoh yang hadir dalam haul akbar ini adalah KH Mustafa Aqil Siradj, KH Ahmad Muwafiq dan Gus Fuads Ghinan dari Sumedang bergantian mengisi tauziyah di depan ribuan hadirin yang datang dari berbagai daerah.

Habib Lutfi yang hadir di puncak acara, meresmikan bangunan makam Kiai Kidam Muhammad yang telah direhabilitasi.

Salah seorang tokoh masyarakat Kalisalak Kiai Rofi'i menceritakan pada saat perang Jawa meletus tahun 1825 Habib Umar bin Yahya ditugaskan oleh Diponegoro untuk menjadi telik sandi atau intelijen yang mengawasi gerak pasukan Belanda.

Tetapi tugas ini bocor dan membuat pasukan Belanda menyerbu daerah sekitar Kalisalak.

"Kediaman Habib Umar dibombardir tank dan mortir serta dikepung ratusan tentara Belanda. Habib Umarpun gugur dan rumah beliau dijadikan makam," katanya.

Kisah heroik Habib Umar diperoleh dari penelitian orang Jepang bernama Yumi Sugahara yang sedang membuat tesis S-3 untuk meraih gelar doktor.

"Sebelumnya hanya menjadi cerita rakyat turun temurun. Tapi setelah Yumi Sugahara datang dan membawa literasi dari Den Haag Belanda tahun 2006 akhirnya ketemu alur ceritanya. Catatan lengkap tentang pejuang di Kalisalak ada di Den Haag," tandasnya. (yan)

 

 

 

Editor : Agus AP
#Sri Radya HRI Lukman Soemadisoeria #Kalisalak #Habib Lutfi Bin Yahya #Raja Sumedang Larang #Haul akbar