Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Makam Kiai Kidam Muhammad Ditemukan di Kalisalak Limpung

Riyan Fadli • Minggu, 8 Oktober 2023 | 20:43 WIB
KUNJUNGAN: Raja Sumedang Larang Radya Anom Luky Djohari Soemawilaga didampingi Kades Kalisalak Setiadi dan Ketua Tim Nur Khasan mengunjungi makam Bangsawan Kiai Kidam Muhammad di Desa Kalisalak.
KUNJUNGAN: Raja Sumedang Larang Radya Anom Luky Djohari Soemawilaga didampingi Kades Kalisalak Setiadi dan Ketua Tim Nur Khasan mengunjungi makam Bangsawan Kiai Kidam Muhammad di Desa Kalisalak.

RADARSEMARANG.ID, BATANG- Misteri nasab atau silsilah Kiai Kidam Muhammad bin Raden Mas Said yang makamnya berada di Desa Kalisalak Kecamatan Limpung akhirnya terungkap setelah tim yang dibentuk mendalami beberapa petunjuk.

Makam tersebut berada di pemakaman umum belakang masjid Dukuh Kalisalak.

Kepala Desa Kalisalak Setiadi menyatakan makam tua tersebut sebelumnya memang sudah dikeramatkan karena diketahui sebagai makam Kiai Kidam Muhammad bin Raden Mas Said, seorang aulia besar yang hidup antara tahun 1700 dan 1800-an. Hanya saja masyarakat tidak tahu asal usulnya.

Habib Muhammad Lutfi bin Yahya adalah orang yang pertama memberikan petunjuk dan mengarahkan tim untuk menelusuri ke Kerajaan Sumedang Larang di Jawa Barat.

Petunjuk Habib Lutfi berdasarkan nasab Bin Raden Mas Said yang merupakan bangsawan Sumedang Larang.

"Petunjuk dari Habib Lutfi sudah lama tapi baru sekarang dilaksanakan," lanjut Kades Setiadi. 

Kades kemudian membentuk tim yang diketuai Nur Khasan dan diberi tugas untuk ke Sumedang.

Bulan Februari 2023 tim sampai ke Sumedang dan diterima oleh Radya Anom Luky Djohari Soemawilaga yang saat ini menjadi Raja Muda Sumedang Larang.

Setelah mengutarakan maksud dan tujuan tim, pihak kerajaan dengan senang hati membantu. Dan dari buku Babon Keraton Sumedang nama Kiai Kidam Muhammad ditemukan dan tertulis di buku itu.

"Urutan nasabnya adalah Kiai Kidam Muhammad bin Raden Mas Said binti Nyi Mas Ante bin Raden Singamanggala bin Raden Gesang Ulun. Data itu sudah valid dan diakui Kerajaan Sumedang Larang," lanjut Setiadi.

Dengan ditemukannya nasab Kiai Kidam Muhammad akhirnya terjadi kontak dan saling mengunjungi antara pihak Kerajaan Sumedang Larang dan Desa Kalisalak.

Bulan Juli 2023 Raja Radya Anom Luky Djohari Soemawilaga beserta keluarga dan pembesar kerajaan berkunjung ke Desa Kalisalak. 

"Kami juga ke Sumedang waktu ada penjamasan pusaka kerajaan yang dihadiri oleh raja-raja yang ada di Indonesia. Bahkan ada yang datang dari Kerajaan di Pakistan," tambah Nur Khasan. 

Saat ini makam Kiai Kidam Muhammad sudah dipugar dan terlihat megah tanpa meninggalkan aslinya.

Di Desa Kalisalak sendiri ada beberapa makam aulia besar yang menjadi tujuan wisata religi. Selain itu juga ada museum sejarah perjuangan syiar Kiai Rifa'i, pendiri ajaran Rifa'iyah.

Dengan ditemukannya nasab Kiai Kidam Muhammad diharapkan daya tarik Kalisalak sebagai Desa Wisata Religi akan semakin dikenal.

Tanggal 28-29 Oktober 2023 akan diadakan haul akbar untuk memperingati semua habaib dan aulia yang dimakamkan di Desa Kalisalak.

Sejumlah nama besar seperti Habib Lutfi bin Yahya, Gus Muafiq, da'i kondang Gus Miftah Maulana, KH Mustafa Aqil Siradj dan ustad Fuad Ginan Burhanuddin dari Cirebon akan mengisi acara ini.

"Pihak kerajaan Sumedang Larang sudah menyatakan hadir," tandasnya. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Makam #Kerajaan Sumedang Larang #Kiai Kidam Muhammad bin Raden Mas Said #Desa Kalisalak #WISATA RELIGI