RADARSEMARANG.ID, BATANG - Pemuda Desa Candiareng, Kecamatan Warungasem menerbitkan buku yang membahas sejarah hingga cerita rakyat di desanya.
Buku ini berjudul Wajah Desa Candiareng. Kades Candiareng, Turmudi melalui Sekretaris, Desa Sholeh punya harapan buku ini bisa diajarkan di sekolah. Masuk muatan lokal.
Hal ini agar para pelajar Desa Candiareng bisa mengetahui sejarah dan kebudayaan yang ada di desanya sendiri.
"Kita dari desa mendukung pembuatan buku tersebut. Ke depan kita bisa melakukan penggandaan. Minimal satu RT satu lah. Kalau kurikulumnya memungkinkan, bisa masuk muatan lokal di sekolah," ujarnya.
Sehingga perlu ada komunikasi dengan sekolah yang ada di Desa Candiareng. Isi buku ini membahas tentang sejarah, pemerintahan, pendidikan, cerita rakyat, hingga mitos.
Menurutnya, Desa Candiareng punya nama yang unik. Keunikan nama tersebut dibahas di buku tersebut, kenapa bernama Candiareng.
Buku ini dibuat oleh lima orang pemuda yaitu Yuda, Agus, Burhan, Baki dan Nidhom. Mereka tergabung dalam komunitas Toko Sinjab.
Desa Candiareng juga punya sejarah panjang perjuangan pahlawan melawan penjajah.
Seperti di Dukuh Klopogodo menjadi tempat menyusun siasat perang untuk pertempuran para pejuang untuk mengusir penjajah Belanda.
Kemudian Belanda pun kalah dalam agresi militer kedua tahun 1949.
"Banyak cerita rakyat yang beredar di Desa Candiareng. Melihat perkembangan zaman, cerita itu mulai luntur. Berawal dari itu, kita mulai mengumpulkan cerita-cerita yang ada untuk dibukukan," imbuh Burhan, salah satu penulis buku tersebut.
Mereka berharap, buku tersebut bisa mengenalkan Desa Candiareng ke khalayak umum.
Karena desa tersebut punya nama unik gabungan antara candi dengan areng atau arang. Hingga sejarah perjuangan kemerdekaan. (yan)
Editor : Agus AP