Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pj Bupati Batang Dievaluasi Kemendagri, Jadi Tolok Ukur Perpanjangan Jabatan atau Tidak

Ida Nor Layla • Rabu, 23 Agustus 2023 | 23:15 WIB
EVALUASI: Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki saat mendapat evaluasi dari Kemendagri Selasa (22/8/2023).
EVALUASI: Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki saat mendapat evaluasi dari Kemendagri Selasa (22/8/2023).

 

RADARSEMARANG.ID, BATANG-Capaian kinerja Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki periode II triwulan I tahun 2023 dievaluasi Kementerian Dalam Negeri RI, Selasa (22/8/2023). Kegiatan ini menjadi tolak ukur seorang Pj akan diperpanjang atau tidak. Evaluasi berlangsung di Kantor Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri.

Tim evaluasi mengapresiasi kinerja Lani yang sudah cukup berhasil. Namun, laporan capaian kinerja pemerintah aspek bidang pengendalian inflasi dan anggaran Dana Tak Terduga (DTT) serta format laporan mendapat perhatian khusus. DTT dianggap belum maksimal untuk penanganan inflasi.

Tim evaluator memberikan saran untuk percepatan investasi agar mempersiapkan insentif fiskal maupun non fiskal. Yaitu bagi para pelaku usaha maupun penanaman modal yang akan berinvestasi di Kabupaten Batang.

Sementara di bidang kesehatan, Pj Bupati Batang diminta memastikan setiap warga memiliki akses jaminan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “DTT sudah kami alokasikan Rp12 miliar lebih. Selain untuk penanganan kebencanaan, anggaran tersebut digunakan untuk penanganan inflasi dan kesehatan,” kata ujar Lani.

Salah satu hal yang menjadi perhatian besar Pemkab Batang adalah stunting. Anggaran sebesar Rp 67 miliar digelontorkan untuk berbagai program. Seperti D'Basinem (Desa Binaan Asi Thok Nem wulan) Edukasi Asi eksklusif, Seminggu sekali makan bersama di Posyandu, memasak menu gizi seimbang untuk giat makan bersama balita, giat makan bersama balita sambil bermain dan brain storming, inovasi Bapak Asuh Anak Stunting yang dilakukan untuk peningkatan pemenuhan gizi melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT).

Hal ini diberikan kepada anak stunting selama 3 bulan berturut-turut, melalui optimalisasi CSR (BPI, Bank Jateng, Bapera, PDAM, Forum CSR, dan UPZ). Sehingga mampu menurunkan rata-rata angka stunting di desa intervensi sebesar 8,6 persen. Ada juga inovasi Balita Ditimbang Stunting Hilang (Bambang Tilang), pemantauan tumbuh kembang, pemberian vitamin A, imunisasi, konseling dan pemberian makanan tambahan.

Sementara itu, Tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri yang dipimpin Inspektur Khusus Teguh Narutomo dalam closing statement mengatakan, hasil penilaian atau evaluasi ke depannya pelaporan lebih berkualitas. “Laporan capaian kinerja ini tidak menjadi kebosanan tapi lebih pada penyajian capaian kinerja yang berkualitas,” tegasnya.

Ia juga berharap, laporan kinerja dan kebijakan Pj Bupati jangan terkesan seremonial dan narasi saja. Tapi sajikan data program realisasinya dan kebijakannya benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan pelayanan masyarakat. (yan/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Kemendagri #Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki #Pj Bupati Batang #Bupati Batang