Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Ribuan Peziarah Hadiri Haul Ki Ageng Gringsing

Riyan Fadli • Senin, 7 Agustus 2023 | 17:11 WIB

Sejumlah pejabat meriahkan acara Haul Akbar Ki Ageng Gringsing, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Minggu (6/8/2023).
Sejumlah pejabat meriahkan acara Haul Akbar Ki Ageng Gringsing, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Minggu (6/8/2023).
RADARSEMARANG.ID, Batang - Ribuan warga menghadiri Haul akbar ke-33 Ki Ageng Gringsing di Desa Gringsing, Kecamatan Gringsing, Minggu (6/8/2023).

Haul kali ini menghadirkan Habib Zaidan Yahya dari Boyolali untuk memberikan tausiyah kepada para pengunjung yang mayoritas generasi milenial. 

Diantara tamu kehormatan tampak sejumlah pejabat seperti Kepala Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah Khairudin, anggota DPR RI Dede Indra Permana dan angoota DPRD Jateng Ahmad Ridwan.

Tokoh masyarakat sekaligus keturunan Ki Ageng Gringsing Muchamad Aghus ZN mengisahkan sosok Ki Ageng Gringsing sebagai ulama besar dari Cirebon.

Nama aslinya Syech Maulana Raden Abdullah Saleh Sungging. Hidup sekitar tahun 1600 Masehi dan mengembara menyebarkan ajaran Islam ke beberapa daerah.

Dari buku kisah Ki Ageng Gringsing serta beberapa literasi disebutkan, Syekh Maulana pernah singgah di tepi sungai.

Saat akan mengambil air wudhu, tongkatnya ditancapkan ke tanah. Karena kesaktiannya, tongkat itu bisa tumbuh dan diberi nama pohon Kendal yang berasal dari kata kendali. Bisa diartikan mengendalikan atau menjaga tingkah laku manusia.

Pohon dari tongkat itu sekarang masih ada dan dikeramatkan. Letaknya di Dukuh Kendalsari, Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih.

Meskipun sudah berusia 400 tahun, tapi pohon Kendal tidak bertambah besar. Tingginya hanya sekitar tiga meter. 

Pengembaraan Syekh Maulana berlanjut ke timur. Di daerah Gringsing Syekh Maulana bertemu seorang wanita cantik bernama Nyi Rantansari Putri dari Syekh Agung Tholib yang merupakan penduduk asli daerah tersebut.

Setelah menikah Syekh Maulana mendapatkan gelar panggilan Ki Ageng Gringsing dan istrinya Nyai Ageng Gringsing sesuai nama daerah yang mereka tempati. 

Ironisnya kisah ulama besar ini sempat terlupakan. Menurut Muchamad Aghus ZN, kisah Ki Ageng Gringsing selama 400 tahun menjadi sebuah misteri. Baru pada pertengahan 1980-an ada upaya pencarian makam. 

"Proses pencarian dilakukan oleh lima orang ulama besar ahli muhotob atau mampu berkomunikasi dengan alam gaib dari beberapa daerah," terang Aghus.

Setelah pencarian selama lima tahun dan konsultasi kepada Kiai Muhaiminan dari Temanggung, akhirnya bisa dipastikan letak makam.

"Penetapan lokasi makam itu tanggal 31 Juli 1991 bertepatan dengan bulan Muharam dan disepakati untuk pelaksanaan haul. Dari penemuan makan ini pula akhirnya silsilah keturunan Ki Ageng Gringsing terlacak," lanjut Aghus. 

Letak makam Ki Ageng Gringsing ada di pemakaman umum Desa Gringsing sekitar 100 meter dari jalan raya pantura. Pemakaman tersebut dirawat oleh keturunannya.

Nama besar Ki Ageng Gringsing menjadi daya tarik umat muslim dari berbagai penjuru untuk datang berziarah. (yan/ida)

Editor : Baskoro Septiadi
#Ki Ageng Gringsing #haul