Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Kekurangan Murid, Empat SD akan Dimerger

Tasropi • Sabtu, 22 Juli 2023 | 21:25 WIB
BELAJAR: Proses pembelajaran Kelas 1 di SDN Sijono tetap berjalan normal meski hanya mendapat tiga murid di pembelajaran tahun ini. (RIYAN FADLI JAWA POS RADAR SEMARANG)
BELAJAR: Proses pembelajaran Kelas 1 di SDN Sijono tetap berjalan normal meski hanya mendapat tiga murid di pembelajaran tahun ini. (RIYAN FADLI JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, BATANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Batang berencana melakukan penggabungan terhadap sejumlah SD. Terutama SD negeri yang kekurangan peserta didik.

Ada beberapa SD yang akan di marger tahun ini. Yakni SDN Kranggan 1 dan 2 Kecamatan Tersono, SDN Proyonanggan 2 dan 6 Kecamatan Batang. Empat SD tersebut kondisinya minim siswa.

Selain itu juga sorotan Disdikbud Batang, keberadaan SDN Sijono, Kecamatan Warungasem. Di SDN Sijono, tahun ini hanya menerima tiga peserta didik saja.

Malah total muridnya dari Kelas 1-6 hanya 30 orang. Di Desa Kranggan, memiliki dua SD negeri dan tiga SD swasta. Dua SD Negeri yakni SDN Kranggan 1 dan 2.

SDN Kranggan 1 total muridnya hanya 19 anak saja. Bahkan tahun ini tidak ada siswa yang mendaftar di sekolah tersebut.

"Selain itu, rencana merger juga di SDN Proyonanggan 2 dan 6 Kecamatan Batang," kata Kata Plt Kepala Disdikbud Batang, Bambang Suryantoro Sudibyo, Jumat (21/7).

Kebijakan merger ini sudah pernah dilakukan Disdikbud sejak 207-2021.

Diantaranya, SDN Jrakah Payung 1 dan 2 sudah digabung menjadi SDN Jrakah Payung. SDN Kambangan 1 dan 3 menjadi SDN Kambangan 1. SDN Sidorejo 1 dan 2 digabung menjadi SDN Sidorejo.

Sementara untuk SDN Sijono, lokasinya dianggap tidak strategis karena jauh dari pemukiman warga.

"Faktor lokasi, SDN Sijono berada di tengah kota. Tapi jauh dan terpisah dari desa-desa sekitarnya,” tuturnya.

Penanganan SD Sijono rencananya akan direlokasi. Supaya nantinya dekat dengan pemukiman warga.

"Kami akan bekerjasama dengan OPD terkait untuk bisa mendekatkan ke lokasi masyarakat," tuturnya.

Menanggapi rencana merger, Guru SDN Kranggan 1, Siti Mutaharoh meminta untuk tidak direalisasikan. Sebab sekolah akan kebingungan, dengan nasib guru wiyata bakti (WB).

"Saya minta lah kepada semua pihak untuk tidak dimerger. Karena saya kasihan untuk teman-teman guru WB, sudah hampir 18 tahun mengabdi," ucapnya. (yan/bud)

Editor : Agus AP
#dinas pendidikan dan kebudayaan #guru wiyata bakti #sd negeri