Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Tahun 2022, KITB Raih Pendapatan Rp 249,9 Miliar

Tasropi • Selasa, 18 Juli 2023 | 04:25 WIB
RUPS: Para pemegang saham dalam RUPS Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) beberapa waktu lalu. (IST)
RUPS: Para pemegang saham dalam RUPS Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) beberapa waktu lalu. (IST)

RADARSEMARANG.ID, BATANG - Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) berhasil meraih pendapatan sebesar Rp 249,9 miliar pada tahun 2022.

Hal ini disampaikan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) tahun 2022, beberapa hari lalu. Capaian ini dianggap cukup signifikan, mengingat KITB baru berdiri 2020 lalu.

"Kita berhasil membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 73,87 miliar atau 234,5 persen dibandingkan dengan RKAP 2022. Dengan total asset sebesar Rp1,4 T atau 109,54 persen dari RKAP 2022," ujar Direktur Keuangan KITB, Evi Afiatin, Senin (17/7).

KITB berhasil menarik minat berbagai investor asing pada lahan seluas 48 hektare.

Seperti, Yih Quan Footwear dari Taiwan untuk membangun pabrik sepatu di Asia seluas 16,4 hektare, dan Wavin-Orbia dari Belanda seluas 20 hektare.

Selain itu, ada industri kesehatan seperti Jayamas Medika Industri seluas 4,1 hektare, Interskala Medika Indonesia seluas 1,4 hektare, dan Tawada Healthcare 1,9 hektare.

Pencapaian ini tentunya dibarengi dengan infrastruktur yang disediakan.

Seperti 50 kilometer jalan kawasan, instalasi pengolahan air limbah, instalasi air bersih, pengolahan sampah padat berkonsep hijau, dan 10 menara rusun berkapasitas 2.620 pekerja.

Sementara itu, Direktur Utama KITB, Ngurah Wirawan menyampaikan bahwa sebagai penunjang jalur distribusi dan logistik ada moda transportasi khusus.

KITB akan mengembangkan Pelabuhan Jetty bekerjasama dengan PT Pelindo. Pelabuhan itu ditargetkan selesai pada tahun 2024.

"Kerjasama KITB dengan PT KAI juga akan dilakukan untuk mengembangkan stasiun kereta api penumpang di dalam kawasan. Ini sebagai penunjang mobilisasi pekerja yang berdomisili di sekitar kawasan dan fasilitas Dry Port," ucapnya.

Ngurah menyampaikan bahwa KITB merupakan kawasan industri yang dilengkapi dengan infrastruktur komplit.

Area dibangun dengan konsep pintar, modern dan hijau. Tahun 2023 KITB akan terus melanjutkan pengembangan Kawasan untuk Fase 2 seluas 1.000 hektare.

"Kita optimis bahwa harapan pemerintah terhadap KITB untuk menjadi Kawasan Industri kebanggaan bangsa yang dapat bersaing di kancah global dapat terwujud," tandasnya. (yan)

Editor : Agus AP
#moda transportasi khusus #Rapat Umum Pemegang Saham #Kawasan Industri Terpadu Batang