Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Waspada Durian Celeng yang Banyak Dijual di Exit Tol Kandeman Batang, Begini Ciri-Cirinya

Agus AP • Jumat, 10 Maret 2023 | 17:26 WIB
(RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
(RIYAN FADLI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Batang - Durian celeng saat ini banyak dijual di Exit Tol Kandeman Batang. Keberadaan para pedagang nakal itu selalu membuat resah para pembeli.

Durian celeng merupakan sebutan dari buah durian yang dijual tidak layak konsumsi. Ada yang mentah, busuk hingga berbelatung. Mayoritas pembelinya adalah orang luar daerah yang sedang berpergian jauh. Sehingga durian dibawa pulang, tidak dimakan di tempat.

Belakang aksi kekecewaan pembeli Durian Celeng kembali viral di media sosial. Seorang pembeli asal Sragen menulis curhatannya karena tertipu membeli durian yang tidak layak konsumsi. Modusnya, pedagang memberikan contoh durian bagus. Sementara yang dijual ke pembeli tidak layak konsumsi.

Pedagang juga beralasan tidak memiliki pisau saat pembeli ingin buka di tempat. Hal ini terbukti saat wartawan Jawa Pos Radar Semarang membeli Durian Celeng.

Matahari cukup terik. Dua wanita menawarkan duriannya saat kendaraan menepi. Satu masih muda, satunya nenek-nenek. "Tiga Rp 150 ribu," ujar sang nenek dalam bahasa Jawa.

Durian yang dijual diikat dengan tali rafia warna merah. Sudah dipaket tiga buah dalam satu ikatan. Ukuran buahnya cukup besar.

Warna kulit luar cenderung kuning dengan bagian runcing kering berwarna kemerahan. Para pedagang itu menyebar di lampu merah Exit Tol Kandeman. Ada yang di tepi jalan, ada juga di tengah jalan. "Tigo, satos kaleh doso pun," timpalnya saat duriannya ditawar.

Durian berukuran kecil dijual Rp 25 ribu, sementara yang sedang ditawarkan Rp 50 ribu. Setelah saling tawar berlangsung, dua durian ukuran sedang bisa dibeli dengan harga Rp 80 ribu.

Saat meminta dibuka di tempat, pedagang itu beralasan tidak memiliki pisau. Sementara pedagang lain sibuk memotong tali rafia merah dengan cutter kecil.



Keterangan dua penjual itu berbeda saat ditanya berasal dari mana buah yang di jual. Sang nenek menyebutkan duriannya berasal dari Doro, sementara satunya menyebutkan durian lokal.

Para pedagang itu juga diuntungkan dengan adanya tugu durian yang berasa di dekat lokasi tersebut.

Tidak ada bau harum buah durian. Saat dibuka di tempat lain, satu durian itu mentah. Sementara yang satu mentah namun busuk hampir di semua bagian. Ada belatung berukuran besar di buahnya. Saat dicicipi rasanya hambar dan sebagian besar tidak bisa dimakan.

Menanggapi pedagang nakal itu, Kepala Disperindagkop dan UKM Batang, mengaku sudah berulang kali melakukan pembinaan. Meski begitu para pedagang Durian Celeng masih bandel.

"Kami pernah hadir ke sana bersama Komisi C DPRD Kabupaten Batang. Bahkan awal tahun lalu sudah kami bina. Ada Pak Camat juga selaku kepala wilayah dan membina langsung. Kita kumpulkan semua pedagang itu. Tapi Mental pedagangnya emang njelehi," ujarnya didampingi Kabid Pasar dan PKL, Supriyanti.

Saat dibina mereka mengaku jika memang berbelanja durian dengan kondisi BS-an (cacat). Hal ini dilakukan karena banyak pembeli yang meminta durian dengan harga murah dan ukuran besar.

"Mereka memang kulakan duren yang BS-an. Dia ngomong jujur saat kita kasih pengarahan. Katanya kalau mereka jualan durian bagus malah nggak laku. Karena pembeli pada mintanya yang murah tapi besar," imbuhnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat maupun wisatawan yang melintas di Batang untuk berhati-hati jika membeli durian. Terutama Exit Tol Kandeman. "Saran kami kalau tidak terlalu paham soal durian dan tidak ingin dikecewakan, lebih baik beli di luar yang ada di exit tol Kandeman. Bisa ke sekitar daerah situ, seperti di pinggiran jalan Raya Tulis. Itu di sana banyak durian yang berkualitas," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Batang, M Fatoni mengatakan, perlu sinergi antar lembaga untuk menghadapi pedagang nakal itu. Menurutnya, cara berdagang mereka sangat membahayakan pengendara karena berada di tengah jalan.

"Harus kita benahi pola pikirnya, cara berdagangnya supaya berkah. Kita juga malu kalau seperti itu terus, merusak citra pedagang durian Batang lainnya yang memang menjual produk bagus," tegasnya. (yan/zal) Editor : Agus AP
#top #durian batang #durian celang #durian celeng batang #durian celeng