Berdasar catatan BPBD, tiga bencana banjir melanda sejak Januari sampai awal Maret 2023. Titik banjir muncul di beberapa kecamatan. Banjir pertama terjadi pada 2 Januari, kemudian 23 Februari, dan 1 Maret. Ketinggian banjir sangat bervariasi antara 40 hingga 60 sentimeter.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Batang Ulul Azmi melalui Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik Riza Zakiyah menjelaskan, bencana banjir pada 2 Januari 2023 lalu tersebar pada 11 titik di Kecamatan Batang dan Tulis.
"Itu memang titik-titik banjir yang sudah menjadi langganan tiap kali hujan. Kalau intensitas tinggi, durasinya cukup lama, bisa dipastikan dilanda banjir," ucapnya.
Pada 23 Februari 2023 lalu, banjir juga kembali menggenangi beberapa wilayah di 3 kecamatan di Kabupaten Batang.
Dan Batang menjadi kecamatan terparah dan terbanyak wilayahnya yang tergenangi banjir. Banjir lainnya terjadi di wilayah Kecamatan Kandeman dan Kecamatan Tulis. Sementara pada 1 Maret 2023, banjir di wilayah Kecamatan Batang kembali menjadi terparah.
"Banjir di wilayah Kecamatan Batang akibat luapan Sungai Sambong,” terangnya.
Luapan Sungai Sambong berdampak ke Kelurahan Karangasem Utara di Dukuh Pabean, Sulur, Seturi, Karangsari, Kutosari, Pasirsari, Wukirsari, dengan ketinggian air rata-rata 60 sentimeter. Sedangkan banjir di Wilayah Kecamatan Gringsing terjadi pada Desa Yosorejo.
"Banjir di Desa Yosorejo itu akibat luapan Kali Kutho, dengan ketinggian air mencapai 20 cm," tandasnya. (yan/zal) Editor : Agus AP