Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Tawuran yang Menewaskan Seorang Remaja di Batang untuk Ajang Gagah-Gagahan dan Konten Instagram

Agus AP • Jumat, 20 Januari 2023 | 16:14 WIB
Petugas Polres Temanggung melakukan evakuasi jenazah korban. (ADDIN ALFATH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Petugas Polres Temanggung melakukan evakuasi jenazah korban. (ADDIN ALFATH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Batang - Polres Batang berhasil mengungkap kasus tawuran antargeng yang mengakibatkan satu orang tewas.

Aksi tawuran ini sengaja diadakan untuk ajang gagah-gagahan hingga konten live Instagram. Sebanyak 14 orang pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti tiga buah celurit dan tiga buah samurai.

Ke-14 pemuda asal Kota Pekalongan ini tak terlihat gagah lagi, seperti saat tawuran antargeng. Mereka diringkus aparat karena kasus tewasnya satu orang yang terlibat tawuran, Jumat (13/1) pukul 03.00 dini hari.

Tawuran terjadi antara geng The Boys Stres 06 asal Kota Pekalongan dengan Amerika 252 Gans asal Kabupaten Batang.

Geng tersebut merupakan kelompok yang sengaja dibentuk untuk tawuran. Dari kasus ini terungkap juga jika masih banyak geng tawuran lain yang masih berkeliaran. Mereka tersebar di dua daerah itu.

Tawuran antara The Boys Stres 06 dengan Amerika 252 Gans terjadi di Jalan Mayjend Sutoyo, Desa Denasri Kulon, Kecamatan Batang. Perbatasan dengan Pekalongan.

Sekitar 20-an orang tawuran menggunakan bilah bambu hingga senjata tajam. Pelaku berusia mulai 14 tahun hingga dewasa 20 tahun. Delapan tersangka masih di bawah umur.



Kapolres Batang AKBP Irwan Susanto menjelaskan, pihaknya akan memberi perlakuan khusus pada pemrosesan pidana tersangka di bawah umur tersebut.

"Terkait dengan tersangka yang di bawah umur ada perlakuan khusus. Tetap kita proses, dan prosesnya lebih cepat. Maka dari itu, hari ini kita cepat-cepat memberitahukan kepada media secara resmi, sehingga tidak timbul pertanyaan," katanya saat konferensi pers, Kamis (19/1).

Belakangan diketahui, korban tewas Arya Hadi Putra, 20, warga Karangasem Selatan, Kecamatan Batang membawa bilah bambu maju paling depan. Arya terjatuh dan menjadi bulan-bulanan kelompok lawan, sementara rekan-rekannya mundur.

Celurit hingga samurai dihujamkan ke tubuh Arya. Ia mengalami luka di leher bagian belakang, kepala belakang, punggung kanan, pinggang kanan dan pantat kanan.

Puas menghujamkan senjata tajam, korban dibiarkan kabur dan ditolong rekannya. Sebelum dibawa ke rumah sakit, korban meminta dianggap kecelakaan lalulintas. Kasus pun terungkap setelah dokter tidak percaya.

Saat ini, pihak kepolisian baru menangkap para pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korban tewas. Mereka bakal dijerat dengan pasal 170 ayat 2 ke 3-e KUHP tentang tindak pidana bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang alias pengeroyokan hingga korban tewas. Ancaman pidananya kurungan 12 tahun penjara. Sementara para pelaku tawuran lain masih diburu.

Ia mengakui, media sosial menjadi awal mula tawuran yang menewaskan seorang pemuda ini. Baginya, media sosial juga berpengaruh terhadap kenakalan dari remaja saat ini.

"Jadi, patroli cyber akan lebih diperketat, dan kita juga minta bantuan media kalau memang ada informasi," tuturnya.



Berdasarkan pengakuan tersangka, geng tersebut sengaja dibuat untuk tawuran. Tak ada raut wajah penyesalan dari para tersangka. Aksi tawuran sudah terencana secara matang.

Ada tim motor, perekam, perencana, penyedia senjata, hingga komunikator. FAN, 14, selaku komunikator membuat janjian untuk tawuran melalui akun Instagram.

"Sengaja membuat akun untuk tawuran. Tujuannya memang untuk tawuran, sama bikin konten. Baru satu kali," kata pelajar asal Kota Pekalongan itu.

Isi konten Instagram the_boys_stres06 merupakan kegiatan gengnya. Mulai dari video saat tawuran, konvoi dengan senjata tajam hingga perang sarung. Ia mengatakan, sebutan geng anak muda di dua wilayah itu adalah klan (kelompok).

"Bukan satu saja, banyak.  Saya tahunya cuma banyak klan. Di Batang juga sama banyak (dengan Pekalongan)," ucapnya.

Tersangka lain, AN, 14, mengakui, ikut membacok korban. Ia berkilah bahwa targetnya membacok lawan hanya untuk melukai bukan membunuh. Sebelumnya diketahui bahwa korban masih hidup dan dibiarkan pergi dan dibawa rekannya

"Saya bawa parang Pak, (bacok) bagian punggung. Saya yang kedua.  Pas itu (korban) masih jalan Pak, habis itu tak tinggal," terangnya. (yan/aro)

  Editor : Agus AP
#top #tawuran antargeng batang #TAWURAN #tawudan batang