Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Desain Miniatur Perahu Naga Dikarang Sendiri, Dibuat di Sela Libur Melaut

Agus AP • Kamis, 19 Januari 2023 | 16:11 WIB
Lutut Nugroho yang beternak burung perkutut di rumahya di Kebondalem, Kecamatan Kota Kendal. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Lutut Nugroho yang beternak burung perkutut di rumahya di Kebondalem, Kecamatan Kota Kendal. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID - Tradisi perlombaan dayung tradisional rutin digelar di Batang sejak 1977. Tepatnya di Sungai Sambong, Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang.

Hal ini yang menginspirasi Eko Sulistiyo untuk menciptakan miniatur perahu naga sebagai cinderamata perlombaan dayung tersebut.

Tradisi lomba dayung tradisional di Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang selalu menarik perhatian ribuan orang. Event itu rutin digelar setiap H+1 Lebaran.

Hal ini dimanfaatkan Eko Sulistiyo, 36, warga Dukuh Sulur, Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang ini sebagai peluang bisnis.

Ia pun membuat miniatur perahu naga yang dijual ke pengunjung. Pria yang sehari-hari menjadi nelayan ini mulai terpikir membuat miniatur perahu naga sejak 2022.

Wartawan Jawa Pos Radar Semarang pun berkesempatan berkunjung ke rumah Eko. Lokasinya berada di gang kecil yang hanya bisa dilewati sepeda motor. Triplek lembaran terlihat tersandar di depan rumah bercat hijau itu.

Eko mempersilakan koran ini masuk ke ruang tamunya. Puluhan badan miniatur perahu naga yang belum jadi tersusun di atas meja tamu.

Ia menjelaskan, jika produksi perahu naga hanya dilakukan saat pulang melaut. Biasanya Eko pulang melaut satu bulan sekali. Ia hanya di rumah satu sampai dua minggu. Waktu di rumah inilah yang dimanfaatkan Eko untuk memproduksi miniatur perahu naga.

Produk itu dikarangnya sendiri. Mulai desain hingga detail perahu. Selain sebagai nelayan, Eko juga punya background pembuat kapal. Sehingga sedikit paham perihal perkayuan.

"Ini awalnya coba-coba buat sendiri. Dulu belum sebagus ini kata orang-orang. Saya lihat di medsos ada yang buat juga dan dijual. Akhirnya saya memberanikan diri ikut dikomersialkan," tuturnya.

Setelah di-posting, miniatur perahu naga buatannya pun laku keras. Momen itu pasca tradisi lomba dayung tradisional digelar. Ia pun kewalahan menerima pesanan yang ada.

Saat itu, ia berhasil menjual 100 miniatur perahu naga. Beberapa pesanan pun ditolak, satu bulan sejak Lebaran produksinya dihentikan. Ia harus berangkat melaut kembali.

"Ada anak yang ke sini nangis-nangis. Orang tuanya membujuk untuk membuatkan satu saja. Dengan tidak enak hati saya jawab tidak. Bahan-bahan juga sudah habis," ucapnya.



Proses pembuatannya cukup mudah. Satu hari Eko bisa memproduksi hingga empat unit miniatur. Prosesnya hanya pembuatan pola di papan triplek kemudian memotongnya.

Selanjutnya pembakaran untuk membengkokkan triplek. Pembuatan kepala naga dan ekor dari busa, kemudian perakitan dan pengecatan.

Eko menjelaskan, jika salah satu proses terumit adalah pembuatan dayung. Material yang dibutuhkan kecil dan banyak. Perahu naga itu dicat dengan berbagai warna, seperti merah, hijau, hingga emas.

Ia pun menunjukkan berbagai ukuran perahu naga yang dibuat. Mulai dari ukuran kecil hingga besar. Ukuran itu menentukan harga jual.

"Karena ini untuk anak-anak, harga jualnya mulai Rp 70 ribu sampai Rp 250 ribu. Harga termahal dipatok karena miniatur ada mesinnya. Jadi, bisa dimainkan di sungai," terangnya.

Miniatur perahu naga ini dijual saat ada event lomba dayung saja. Sementara saat ini, Eko hanya fokus melakukan produksi sebanyak-banyaknya.

Agar bisa memenuhi kebutuhan pasar saat terselenggaranya lomba dayung tradisional tahun 2023 ini. Kegiatan memproduksi miniatur ini dijadikannya sampingan. Karena profesi utamanya adalah nelayan.

Seperti diketahui, perhelatan lomba dayung tradisional tahun ini bakal lebih mewah. Arena lombanya digelontor anggaran Rp 36,6 miliar dari Kementerian PUPR. Proses pengerjaannya sedang berlangsung, dan ditargetkan bisa selesai sebelum Idul Fitri mendatang, karena bakal digelar lomba dayung tradisional H+1 Lebaran. (yan/aro) Editor : Agus AP
#Kecamatan Batang #Desa Klidang Lor #Sungai Sambong #miniatur perahu naga #perlombaan dayung tradisional