Isnen mengatakan, alat ini tidak memakan tempat. Alatnya mudah dibongkar pasang dan diletakkan di mana saja. Fungsinya untuk mengeringkan biji-bijian seperti kopi, kakao, cengkeh atau empon-empon.
“Jadi, masyarakat tidak perlu lagi menjemur hasil panennya di pinggir jalan," ujarnya pada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (21/8).
Hasil panen diinkubasi dalam ruangan di alat tersebut. Alat bertenaga matahari itu juga memiliki pengontrol suhu dan kelembapan. "Mesin ini menggungakan pengeringan tenaga matahari dengan metode solar tunnel dryer," tambahnya.
Kepala Bidang Litbang Bapelitbang Batang Bagus Pambudi menjelaskan, Kabupaten Batang akan mengirim lima perwakilan untuk lomba serupa di tingkat provinsi. Pihaknya telah menyeleksi 19 peserta yang mengikuti perlombaan tersebut.
"Penilaian yang didapatkan juara 1, juara 2, juara 3, dan untuk yang mendapatkan harapan akan dipilih kembali mana yang potensi lebih bagus untuk diberangkatkan,” terangnya.
Juara lomba inovasi tahun ini diraih Isnen Ambar Santoso dengan inovasi pengering portable tenaga matahari, juara kedua Adhim Bagas Wisnu Aji dengan inovasi Aplikasi SpeakUp. Serta juara ketiga diraih oleh Jessika Artamevira beserta tim dengan inovasi Bliker SP. (yan/zal) Editor : Agus AP