Lani mengatakan, pengembangan RS QIM dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan. Agar bisa melayani semua kalangan. Apalagi RS QIM sudah bertipe C. Memiliki sarpras dan sumber daya manusia yang lengkap.
“Jadi tidak perlu ke Semarang lagi, kalau di Kabupaten Batang sudah ada peralatan yang lengkap,” terangnya.
Direktur RS QIM Ratna menambahkan, pembangunan fasilitas ini sebagai langkah untuk mengikuti ketentuan Pemerintah Pasal 47 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Rumah Sakit.
“Dalam ketentuannya rumah sakit harus menyediakan ruang ICU yang memiliki 10 persen ketersediaannya, sehingga nanti lokasi lama akan difokuskan untuk ruang rawat inap,” terangnya.
Gedung enam lantai dibangun di atas lahan seluas 45x17x6 meter. Gedung tersebut nantinya akan diisi pelayanan ruang IGD, poliklinik, kamar operasi, ruang ICU, kamar bersalin dan perawatan bayi. Sementara gedung lama akan disesuaikan agar ketersediaan kamar lebih representatif.
“Pembangunan ini diperkirakan akan awal tahun 2023 dengan melihat anggaran, karena ini pasti akan bertahap,” tandasnya.
Peresmian pembangunan gedung enam lantai dilakukan bebarengan dengan Hari Jadi ke-12 RS QIM. Berbagai perlombaan juga digelar untuk memeriahkan acara ulang tahun. Seperti lomba futsal antar rumah sakit yang dijuarai RSI Weleri. (yan/zal) Editor : Agus AP