Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Empat Kecamatan Jadi Penyangga KIT Batang

Agus AP • Jumat, 8 April 2022 | 18:10 WIB
Pembangunan Rusun pekerja di lingkungan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). (Istimewa)
Pembangunan Rusun pekerja di lingkungan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). (Istimewa)
RADARSEMARANG.ID, Batang - Empat Kecamatan di sekitar Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) disiapkan jadi wilayah penyangga. Aglomerasi dilakukan untuk memaksimalkan wilayah sekitar area Grand Batang City di Kecamatan Gringsing tersebut. Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) pun dibentuk supaya ada sinergitas menopang pertumbuhan industri.

Empat kecamatan itu adalah Gringsing, Banyuputih, Limpung, dan Tersono. Wilayah tersebut akan dikhususkan menjadi area perumahan, wisata, hingga perdagangan. Kecamatan Banyuputih akan dibuatkan akses supaya terhubung dengan KITB, sementara Limpung sudah dipastikan menjadi perkotaan tempat belanja.

"Kami siapkan penyangganya, kita bentuk RDTR Gringsing, Banyuputih, Limpung, Tersono. Kalau tidak siap, mohon maaf yang dapat berkahnya daerah sebelah. Sebelah lebih dekat dan lebih geliat kalau kita tidak hati-hati mengerjakan RDTR tersebut," tegas Bupati Batang Wihaji.

Selain berada di Kecamatan Gringsing, lokasi KITB juga cukup dekat dengan Kabupaten Kendal. Kecamatan Gringsing berbatasan langsung dengan Kecamatan Weleri di Kabupaten Kendal.

Karenanya, pada akhir periode masa jabatannya, Wihaji bakal fokus pada pelayanan untuk kawasan industri sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Pemerintah daerah akan hadir mendukung semaksimal mungkin.

"Semua program kita harus nyambung dengan pariwisata, industri, dan UMKM. Semua harus berhubungan dengan ini apapun programnya. Tahapan setelah pandemi ini kan untuk peningkatan untuk kembali bangkit," ucapnya.

UMKM dianggap sebagai salah satu hal penting karena jadi penyangga ekonomi kerakyatan. Pemkab Batang telah mengusahakan area untuk UMKM di KITB. Luasnya mencapai 24,9 hektare.

"UMKM itu penting, di Musrenbang saya sampaikan untuk mulai kita bentuk Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR). Tidak harus bergantung dengan desa, atau yang lainnya," ujar Wihaji.

Hal tersebut merupakan bagian dari hilirisasi, dari, untuk dan oleh rakyat. Jika hanya berbentuk kelompok, terkadang hanya digunakan untuk mendapatkan bantuan. Kalau berbentuk badan usaha kemungkinan besar akan diseriusi. Bukan untuk mendapatkan bantuan tapi murni untuk keterampilan dan kompetitif.

Sementara itu, Wakil Bupati Batang Suyono merasa bersyukur bahwa pembangunan di Kabupaten Batang tetap berjalan meskipun pandemi covid-19 menghantam. Investasi yang ada di Batang menjadi salah satu penentu. Hadirnya KITB ke depan bisa menampung lapangan kerja dalam jumlah banyak. Tinggal para pemuda-pemudi yang harus bisa memanfaatkan.

"Kami sampaikan permohonan maaf pada masyarakat, terima kasih kepada anggota DPRD dan masyarakat yang selama ini sudah bersinergi membangun Kabupaten Batang," ucapnya. (yan/ton) Editor : Agus AP
#KITB #RDTR