"Sejak 2015 kami sudah menanam hingga 200 ribu pohon mangrove dan cemara. Tersebar di seluruh pesisir utara Kabupaten Batang. Selama pandemi kemarin, kegiatan seperti ini otomatis terhenti," kata Ketua PMI Kabupaten Batang Achmad Taufiq saat tanam mangrove di pesisir Karangasem Utara, Kecamatan Batang, Rabu (29/12).
Kegiatan itu dalam rangka kunjungan PMI Pusat, Amcross, PMI Provinsi Lampung, PMI Kabupaten Tanggamus, PMI Provinsi NTT, dan PMI Kabupaten Manggarai. Mereka melirik Kabupaten Batang karena dinilai berhasil melakukan penanaman.
Pohon mangrove dan cemara itu kini telah menjulang tinggi. Bahkan bisa menghidupi masyarakat karena memperindah pantai-pantai di Kabupaten Batang.
Seperti yang terlihat saat ini di sepanjang Pantai Sigandu sampai Ujungnegoro. Area wisata itu kini ramai dan jadi salah satu destinasi unggulan.
"Sekarang cemaranya sudah tinggi-tinggi. Dulu kami menanamnya di tahun 2015. Kemudian kami difasilitasi oleh Pemda dipertemukan dengan beberapa program CSR perusahaan. Alhamdulillah program ini direplikasi sampai ke Subah dan Gringsing," terangnya.
Program pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat itu menghasilkan pendirian relawan-relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat). Sudah berdiri di Klidang Lor dan Karangasem Utara, Kecamatan Batang. Taufiq menjelaskan bahwa penanaman mangrove dan cemara dilakukan untuk mitigasi perubahan iklim.
Letjen TNI (Purn.) Sumarsono, ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat mengapresiasi apa yang dilakukan PMI Kabupaten Batang. PMI Kabupaten Batang menjalankan program dari bottom up. Tidak top down sehingga berhasil dan diterima masyarakat.
"Di Batang ini sangat bagus sekali, akan kami tularkan ke teman-teman di Tanggamus, NTT, Manggarai, dan Lampung. Kami harapkan pantai utara ini ditanami mangrove semua," ucapnya.
Wakil Bupati Batang Suyono mengapresiasi langkah PMI Batang. Ia berharap program yang dijalankan bisa berlanjut. Meski pandemi Covid-19 masih menjadi kendala untuk melakukan aktivitas.
"Kami sangat berterimakasih pada PMI Kabupaten Batang telah melakukan gerakan penanaman mangrove dan melakukan edukasi di tengah-tengah masyarakat. Sehingga mampu menjaga ekosistem alam di sekitarnya," tandasnya. (yan/ida) Editor : Agus AP