Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Video Truk Oleng di Batang yang Bikin Celaka, Pengemudinya Masih Kelas 1 SMK

Agus AP • Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:34 WIB
Truk muatan vinyl yang menabrak warung buah di Tanjakan Kalimalang, Kecamatan Jambu. (NURFAIK NABHAN/Jawa Pos Radar Semarang)
Truk muatan vinyl yang menabrak warung buah di Tanjakan Kalimalang, Kecamatan Jambu. (NURFAIK NABHAN/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Batang - Aksi truk oleng di Kabupaten Batang kembali bikin celaka. Kali ini peristiwa itu terjadi di Desa Kedungmalang, Kecamatan Wonotunggal Minggu (17/10/2021). Truk dump oleng yang dikemudikan anak di bawah umur menubruk pohon asam.

Tak hanya itu, peristiwa yang viral di media sosial itu juga akibatkan tiga orang terluka. "Pengemudinya masih 16 tahun, kelas 1 SMK, orang Demak. Izin orang tuanya mau ke Semarang. Dia nekat mengemudi truk dump milik bapaknya untuk ikut kopdar di Kedungmalang," ujar Kasatlantas Polres Batang AKP Adis Gatra melalui Kanit Laka Ipda Kayat Senin (18/10/2021).

Kayat menjelaskan, FM, 16, diizinkan pergi ke Semarang dengan menumpang bus. Namun ia nekat mengambil kunci truk milik orangtuanya saat sang ayah pergi. Bersama dua orang temannya, warga Kecamatan Karangawen, Demak itu berangkat. Mereka sampai di Wonotunggal sekitar pukul 10.00 WIB.

https://youtu.be/QK7-CYfLtxM

 

Kegiatan tersebut merupakan kopdar gabungan Tim Sodreks Batang Selatan (TSBS), rangkaian acara pertemuan driver dan sodrekers di lapangan Desa Kedungmalang. Sodrekers merupakan sebutan para kreator konten truk oleng. "Mereka tidak ada izin sama sekali ke Polsek Wonotunggal. Juga tidak ada pemberitahuan apapun," timpalnya.

Kecelakaan terjadi saat acara kopdar rampung, sembari pulang FM mencoba tampil oleng untuk unjuk gigi di Jalan Kedungmalang-Wonotunggal. Nahas, truk bernomor polisi H 1389 HJ yang diolengkannya tidak bisa dikendalikan. Menyerempet tiga orang dan menabrak pohon asam sekitar pukul 15.30 WIB. "

Truk dari arah selatan ke utara di Desa Kedungmalang, truk berjalan oleng atau sengaja diolengkan. Tidak terkendali, kemudian menyerempet penonton yang mengambil gambar. Ada tiga orang masih anak-anak semua," terang Kayat.

Afan Ali, 10, asal Desa Wonotunggal mengalami luka patah tulang tertutup pada tangan kanan. Danis Altaf Ardiansyah, 13, juga dari Desa Wonotunggal mengalami luka lecet pada dagu dan mulut, kemudian memar pada bahu kanan. Sementara Baihaki, 15, warga Desa Kradenan, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, alami luka robek pada bibir dan patah tulang tertutup pada tangan kiri. Korban selanjutnya dilarikan ke Puskesmas Bandar dan RS Aro.

"Kami lakukan upaya untuk mempertemukan sopir dengan keluarga korban dahulu, karena masih di bawah umur. Pertanggungjawaban secara kekeluargaan. Kemudian dilakukan penindakan pelanggaran," tandasnya.

Sementara itu, FM menjelaskan bahwa ia tidak bisa mengendalikan kemudi truknya. Saat itu jalan aspal licin usai hujan gerimis. Saat mencoba oleng, roda truk menginjak rumput basah di luar aspal jalan. Sehingga truk langsung tergelincir menyerempet orang di sekitar. “Sengaja saya tabrakkan ke pohon. Sulit dikendalikan saat oleng karena tidak ada muatan juga. Ya menyesal,” katanya ketika di Kantor Satlantas Polres Batang.

Truk dump itu biasa digunakan untuk mengangkut pasir dan batu di kampungnya. Ia baru pertama kali mengikuti kopdar. Sebelumnya, FM gemar menonton video truk oleng di YouTube. Ia juga sering mengambil video truk-truk oleng.

Selain FM, panitia juga dimintai keterangan Satlantas Polres Batang. Ada 12 perwakilan panitia yang hadir Senin (18/10/2021) sore. Ketua Panitia, Yoga, 19, mengaku bahwa kopdarnya tidak memiliki izin.

Sebelumnya ia sempat mengajukan izin ke pihak desa dan diperbolehkan. "Tidak ada izin. Tadinya boleh, setelah dua hari menjelang hari Minggu itu tidak diperbolehkan sama desa. Kan kasihan Pak, pamflet sudah disebar," ucapnya.

Kopdar truk itu sebenarnya hanya untuk lokal, tapi ada beberapa peserta datang dari luar daerah. Ada 26 peserta. Mayoritas adalah anak di bawah umur. Mereka ditarik uang Rp 5 ribu per orang. Yoga mengaku kegiatan itu pertama kali diselenggarakan.

Sementara itu, dari lokasi kejadian, Ino Sutrisno, 22, warga setempat menjelaskan kopdar digelar sejak pagi hingga sore. "Saya dengar suara keras. Bruk. Saya lihat kondisi sudah ramai. Ada anak yang terlentang tak berdaya. Terus warga evakuasi ke rumah sakit,” jelasnya.

Saat kejadian, dirinya tidak mengira jika pengemudi truk masih di bawah umur. “Saya lihat ada tiga remaja keluar dari kabin truk. Salah satunya pengemudinya. Masih muda-muda,” imbuhnya. (yan/ton)

  Editor : Agus AP
#top #video truk oleng #truk oleng