Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Perahu Pecah, Nelayan Ini Terombang-Ambing di Lautan Lepas

Agus AP • Selasa, 16 Februari 2021 | 20:17 WIB
Nelayan Tambaklorok malas melaut karena hasil tangkapan ikan tidak sesuai dengan harganya yang anjlok. (M Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)
Nelayan Tambaklorok malas melaut karena hasil tangkapan ikan tidak sesuai dengan harganya yang anjlok. (M Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Batang - Dihantam ombak, perahu nelayan pecah di perairan Gringsing, Senin (15/2/2021). Perahu itu ditumpangi tiga nelayan, yaitu Mardi, 68, Haryanto, 39, dan Tiono, 34. Semuanya warga Dukuh Siklayu, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing.

Beruntung ketiga korban berhasil selamat, setelah perahu jukung kandas. Hanya berpegangan pada sisa badan perahu, mereka terombang-ambing sekitar 30 menit di lautan lepas. Selanjutnya, nelayan lain mengevakuasi korban dan membawanya ke tepian.

Haryanto menerangkan, mereka berangkat melaut pukul 06.00 pagi. Meskipun cuaca mendung dan ombak besar, nelayan tetap banyak yang melaut. Mereka tidak ingin melewatkan musim udang yang mempunyai nilai jual tinggi. Meskipun harus menghadapi risiko besar.

Baru sebentar menebar jaring, tiba-tiba angin bertiup kencang dan ombak besar datang. Mereka bergegas menggulung jaring dan memutar kemudi untuk pulang. Belum sampai ke tepian, sekitar pukul 9, ombak besar menghantam perahu kayu berbobot 1 gross ton tersebut. Perahu pun kandas di Muara Siklayu.

Nelayan lain yang melihat kejadian tersebut kesulitan mendekat karena besarnya ombak. "Kami terselamatkan oleh pelampung dan berpegangan pada sisa badan perahu," tutur Haryanto, Senin (15/2/2021).

Ketiganya berhasil diselamatkan menggunakan perahu besar yang didatangkan dari pantai. Keluarga yang menunggu pun cemas dan kebingungan. Sesampainya di rumah, tangis pun pecah. Sri Anis, anak keempat Mardi memeluk ayahnya. Kondisinya masih basah kuyup. Sambil tersedu mereka mengucap syukur.

Akibat kejadian tersebut, kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Kapolsek Gringsing AKP Harya Deka Dewa menyambangi keluarga korban. Ia mengingatkan nelayan lain untuk lebih waspada. Saat ini ombak sedang besar, jika melaut harus selalu bawa peralatan keselamatan. "Meskipun musim udang dan harganya tinggi, tapi jangan mempertaruhkan keselamatan," tegasnya. (yan/lis)

  Editor : Agus AP
#top #NELAYAN