Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Klaster Baru Ponpes, 10 Santri Positif

Agus AP • Kamis, 1 Oktober 2020 | 19:39 WIB
Pengasuh Ponpes Askhabul Kahfi, KH. Masruchan Bisri dan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Auliansyah Lubis usai melaunching “Pesantren Siaga Candi Hebat. (Sulistiono/Jawa Pos Radar Semarang)
Pengasuh Ponpes Askhabul Kahfi, KH. Masruchan Bisri dan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Auliansyah Lubis usai melaunching “Pesantren Siaga Candi Hebat. (Sulistiono/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Batang - Setelah munculnya klaster di Kendal, Pondok Pesantren Modern Selamat di Kabupaten Batang juga munculkan klaster baru. Ada 10 orang santri yang dinyatakan positif.

"Ada 10 orang yang positif dari hasil uji swab. Keseluruhannya melakukan isolasi mandiri di lingkungan pondok," ujar Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Batang Ulul Azmi pada Jawa Pos Radar Semarang.

Para santri tersebut masuk kategori tanpa gejala. Sehingga tidak diperlukan perawatan di rumah sakit. Sebelumnya, rapid test dilakukan terhadap sejumlah santri pada pesantren tersebut. Pondok Modern Selamat di Desa Clapar Kecamatan Subah dianggap rawan.

Usai rapid test, beberapa santri menunjukkan hasil reaktif. Bagi yang reaktif kemudian diarahkan untuk melakukan uji swab, dan didapati 10 orang positif. Satgas tingkat kecamatan langsung melakukan kunjungan ke lokasi, melakukan pendataan dan memastikan kondisi korban. Serta isolasi yang dilakukan.

Karena kasus tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang terus melakukan pemantauan terhadap para korban. Edukasi juga diberikan pada pengelola dan santri di pesantren tersebut. Menghindari penyebaran semakin meluas, tracking dilakukan terhadap orang yang berhubungan dengan para korban.

Selain itu, terdapat kasus lain yang muncul di Jrakahpayung Kecamatan Tulis. Satu keluarga dinyatakan positif Covid. Bermula dari satu anggota keluarga yang positif Covid. Mereka juga termasuk orang tanpa gejala, sehingga karantina mandiri dilakukan dalam satu rumah.

"Tiba-tiba ada empat orang yang positif dari satu keluarga. Awalnya satu orang dirawat karena dinyatakan positif, tracking dilakukan. Tiga anggota keluarga ternya ikut terpapar," jelasnya. (yan/lis/bas) Editor : Agus AP
#Covid-19 #PONPES #Berita Semarang