Bupati Batang Wihaji meresmikan jembatan dengan panjang sekitar 10 meter dan lebar 5 meter tersebut Senin (31/8/2020). Jembatan dianggap vital sebagai penghubung antara desa dan kecamatan. Rusak pada Februari 2020, tebing sekitar jembatan tak kuat menahan debit air yang tinggi.
"Selama pandemi aktivitas pembangunan banyak dikurangi, ini bagian dari program kami. Yang seperti ini (jembatan yang perlu diperbaiki, Red) banyak, tapi butuh prioritas. Pembangunan jembatan di Kalisalak ini termasuk prioritas," ujar Wihaji.
Menurutnya, walaupun ukurannya kecil, jembatan tersebut fungsinya penting. Sebagai penunjang aktivitas masyarakat. Selama jembatan rusak, mobil, truk dan kendaraan lain tidak bisa lewat. Pelajar juga harus memutar untuk sampai ke sekolah.
Salah satu pertimbangan untuk pembangunan jembatan tersebut adalah perputaran uang di Kecamatan Limpung tertinggi di Kabupaten Batang ketimbang kecamatan lainnya. "Karena memang untuk pembangunan jembatan yang besar-besar itu butuh anggaran miliaran, kalau ini masih bisa diatasi anggarannya," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kalisalak Setiadi menjelaskan jembatan sudah berusia tua. Sehingga tidak kuat menahan debit air yang sangat tinggi. Ia berterima kasih pada semua pihak yang telah menyukseskan pembangunan jembatan itu. "Jembatan ini dulu dibangun tahun 1974 tanpa adanya besi, bertahan 46 tahun," ucapnya. (yan/lis/bas) Editor : Agus AP