Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Utamakan Pembangunan Jembatan Kecil

Agus AP • Selasa, 1 September 2020 | 21:27 WIB
Sekda Kabupaten Pekalongan Mukaromah Syakoer bersama TNI sedang menabur kerikil dalam pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II di Desa Tlogopakis, Petungkriyono Selasa (30/6/2020). (Anang Rendi Ahmad/Jawa Pos Radar Semarang)
Sekda Kabupaten Pekalongan Mukaromah Syakoer bersama TNI sedang menabur kerikil dalam pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II di Desa Tlogopakis, Petungkriyono Selasa (30/6/2020). (Anang Rendi Ahmad/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Batang - Pemkab Batang utamakan pembangunan jembatan skala kecil. Mengingat masih dalam suasana pandemi, pembangunan jembatan-jembatan berukuran besar dikesampingkan. Salah satu yang telah rampung dibangun adalah Jembatan Kali Gambas di Desa Kalisalak, Kecamatan Limpung.

Bupati Batang Wihaji meresmikan jembatan dengan panjang sekitar 10 meter dan lebar 5 meter tersebut Senin (31/8/2020). Jembatan dianggap vital sebagai penghubung antara desa dan kecamatan. Rusak pada Februari 2020, tebing sekitar jembatan tak kuat menahan debit air yang tinggi.

"Selama pandemi aktivitas pembangunan banyak dikurangi, ini bagian dari program kami. Yang seperti ini (jembatan yang perlu diperbaiki, Red) banyak, tapi butuh prioritas. Pembangunan jembatan di Kalisalak ini termasuk prioritas," ujar Wihaji.

Menurutnya, walaupun ukurannya kecil, jembatan tersebut fungsinya penting. Sebagai penunjang aktivitas masyarakat. Selama jembatan rusak, mobil, truk dan kendaraan lain tidak bisa lewat. Pelajar juga harus memutar untuk sampai ke sekolah.

Salah satu pertimbangan untuk pembangunan jembatan tersebut adalah perputaran uang di Kecamatan Limpung tertinggi di Kabupaten Batang ketimbang kecamatan lainnya. "Karena memang untuk pembangunan jembatan yang besar-besar itu butuh anggaran miliaran, kalau ini masih bisa diatasi anggarannya," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kalisalak Setiadi menjelaskan jembatan sudah berusia tua. Sehingga tidak kuat menahan debit air yang sangat tinggi. Ia berterima kasih pada semua pihak yang telah menyukseskan pembangunan jembatan itu. "Jembatan ini dulu dibangun tahun 1974 tanpa adanya besi, bertahan 46 tahun," ucapnya. (yan/lis/bas) Editor : Agus AP
#Berita Semarang