Atap panggung roboh karena terpaan angina kencang sepanjang acara. Atap panggung roboh tertiup angin usai pembacaan ayat suci Alquraan. Kejadian tersebut sontak menghebohkan peserta. Tak terkecuali Wakil Bupati Suyono dan Muspika kecamatan yang hadir dalam acara tersebut. Mereka bergegas membantu menegakkan kembali panggung tersebut. Tidak ada korban dalam kejadian itu.
Wakil Bupati Batang Suyono mengapresiasi kepedulian para sopir terhadap anak yatim-piatu tersebut. Mereka memberikan bantuan tidak menunggu sukses. "Sentunan ini juga sebagai motivasi kita bersama sebagai pengganti orang tuanya," Kata Suyono pada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (19/2).
Suyono menghimbau para sopir agar selalu safety dalam berkendara. Menurutnya, tugas sopir cukup berat, karena harus menjaga keselamatan pengguna jalan dan dirinya sendiri.
Ketua BDC Jamaludin Widoyo mengatakan, kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian awak anggutan kepada anak yatim piatu. "Sentunan kita berikan kepada 40 anak yatim, per anak mendapatkan Rp 450 ribu, dengan sumber dana dari iuran anggota dan donatur," ucapnya.
Tidak hanya sentunan, komunitasnya juga sering mengadakan pengajian keliling setiap bulan. Begitu juga dengan pemberian santunan kepada anggota yang kecelakaan, pengemudi yang sakit dan meninggal. "Anggota kita ada 194 sopir yang berasal Kecamatan Bawang dan kecamatan sekitar serta kabupaten lain," Pungkasnya.
Kanit Dikyasa Satlantas Polres Batang Ipda Sukarinto yang ikut hadir juga mengatakan, awak anggkutan merupakan pahlawan transportasi. Tanpa adanya sopir, pergerakan ekonomi dan pergerakan masyarakat tidak akan berjalan dengan baik. "Oleh karena itu, jangan jadi pahlawan yang konyol karena sudah banyak korban dijalanan yang jumlahnya mencapai puluhan. Apalagi dengan adanya jalan tol dan jalan pantura tingkat kecelakaan juga tinggi," ucapnya. (yan/zal) Editor : Agus AP