Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Microgreen sebagai Instrumen Kedaulatan Gizi Berbasis Domestik

Radar Semarang • Rabu, 18 Februari 2026 | 12:18 WIB

 

 

Cici Tya Rahmawati, S.Si., M.Si., Mahasiswa Doktor Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada
Cici Tya Rahmawati, S.Si., M.Si., Mahasiswa Doktor Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada

RADARSEMARANG.ID, Kekurangan mikronutrien masih menjadi beban malnutrisi di Indonesia. Dampaknya serius, kekurangan satu gizi mikro saja dapat melumpuhkan produktivitas harian.

Ambil contoh anemia akibat kekurangan zat besi yang menghambat distribusi oksigen ke seluruh tubuh.

Data menunjukkan hampir satu dari empat ibu hamil dan remaja putri di Indonesia menderita anemia.

Dampaknya bersifat lintas generasi, ibu hamil yang anemia berisiko tinggi melahirkan bayi dengan berat badan rendah, memicu stunting, serta membuat anak rentan terinfeksi.

Kesadaran akan pentingnya asupan mikronutrien kini memasuki babak baru. Pascapandemi, masyarakat mulai beralih ke produk alami.

Muncul kesadaran kolektif bahwa makanan bukan sekadar pengganjal lapar, melainkan "obat" melalui kandungan senyawa bioaktifnya.

Tren pangan fungsional ini bukan sekadar gaya hidup sementara, melainkan kebutuhan masa depan untuk menjaga imunitas secara organik.

Di tengah pencarian solusi pangan fungsional, microgreen muncul sebagai jawaban yang menjanjikan.

Sayuran muda yang dipanen 7–21 hari setelah semai ini memiliki profil nutrisi pekat, dan bahkan dalam beberapa riset melampaui tanaman dewasanya.

Microgreen bukan sekadar sayuran biasa tetapi juga sumber polifenol, flavonoid, dan vitamin.

Tingginya aktivitas antioksidannya berperan krusial dalam menangkal radikal bebas dan mencegah penyakit kronis. Yang menarik, sumbernya bisa sangat beragam, mulai dari sayuran, kacang-kacangan, hingga serealia.

Selama ini, microgreen terkesan eksklusif sebagai garnis di restoran mewah. Namun, karakteristik budidayanya yang mudah dan cepat menjadikannya solusi ideal untuk skala rumah tangga.

Di sinilah peran pemerintah menjadi krusial. Microgreen harus didorong keluar dari dapur elit menuju meja makan rakyat melalui program edukasi gizi berbasis rumah tangga yang mandiri dan murah. Ini adalah langkah nyata untuk mewujudkan kedaulatan pangan di tingkat keluarga. (wan)

 

Oleh : Cici Tya Rahmawati, S.Si., M.Si., Mahasiswa Doktor Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada

Editor : Tasropi
#Produk Alami #Cici Tya Rahmawati #Microgreen