Oleh: Yulianti Hastiana
RADARSEMARANG.ID—Pembelajaran kewirausahaan merupakan salah satu pembelajaran yang penting untuk peserta didik, mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi.
Karena pembelajaran kewirausahaan dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan dan kreativitasnya. Pada anak usia dini pembelajaran kewirausahaan sangat penting diajarkan untuk membentuk anak-anak yang kreatif, inovatif, dan dapat memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari.
Pembelajaran kewirausahaan pada anak usia dini umumnya sering menggunakan kegiatan konvensional ataupun bermain pura-pura. Hal ini menjadi dasar dalam mengembangkan inovasi baru dalam kegiatan pembelajaran kewirausahaan untuk anak usia dini di TK Melati.
Adapun langkah langkah dalam mengembangkan karakter wirausaha pada anak usia dini adalah dengan memberikan pemahamam tentang nilai nilai kewirausahaan pada peserta didik, seperti kerja keras, bertanggung jawab, dan kreativitas. Juga dapat mendorong kemandirian pada peserta didik dengan memberikan kesempatan dalam membuat keputusan dan bertanggung jawab pada keputusan mereka.
Selain itu, dapat mengembangkan keterampilan problem-solving pada peserta didik melalui kegiatan bermakna untuk memancing peserta didik berpikir kritis. Dapat mengenalkan konsep keuangan ataupun konsep dasar berhitung pada peserta didik dengan cara memberikan pemahaman bagaimana cara menggunakan mata uang, mengelola keuangan ataupun menghitung penghasilan atau pendapatan. Dapat mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan kerja sama tim pada peserta didik dengan cara memberikan pemahaman tentang berkomunikasi yang baik dan bagaimana cara membangun kerja sama yang baik dengan tim.
Simulasi Mini Kafe
Salah satu kegiatan untuk mengembangkan pembelajaran kewirausahaan di TK Melati adalah melalui kegitan simulasi mini kafe. Kegiatan simulasi mini kafe adalah salah satu kegiatan pembelajaran di TK Melati. Kegiatan ini adalah upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang inovatif untuk peserta didik, karena salah satu kemampuan anak yang sangat penting untuk dikembangkan adalah kemandirian, kerja sama, kreativitas, pantang menyerah, dan percaya diri.
Kegiatan simulasi mini kafe ini dimulai dari guru memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang pembelajaran kewirausahaan, yaitu bagaimana mengelola sebuah usaha, bagaimana cara memproduksi barang atau makanan yang akan dijual seperti makanan dan minuman sehat, serta memberikan pelayanan kepada konsumen dengan baik. Juga bagaimana berinteraksi kepada konsumen dengan bahasa yang sopan dan santun pada saat jual beli. Selain itu, guru memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang mata uang sebagai alat pembayaran.
Selanjutnya guru mendemonstrasikan cara produksi, pelayanan dan interaksi jual beli kepada peserta didik. Setelah itu, guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok dan memberikan kesempatan untuk peserta didik untuk praktik langsung dalam kegiatan simulasi mini kafe. Ternyata peserta didik sangat antusias mengikuti kegiatan simulasi mini kafé ini.
Peserta didik yang bertugas pada bagian pelayanan depan bertugas menyambut konsumen atau pembeli dengan memberikan pelayanan tiga S (senyum, salam, sapa) dan mempersilakan konsumen atau pembeli untuk duduk di tempat yang sudah disedikan. Konsumen atau pembeli akan memesan makanan atau minuman kepada pelayanan dalam (waiters) yang kemudian pesanan tersebut akan dibawa ke bagian produksi. Bagian produksi sendiri akan membuat pesanan yang diterima dan akan disajikan oleh waiters kepada konsumen atau pembeli.
Setelah konsumen selesai menikmati menu makanan dan minuman, selanjutnya akan melakukan transaksi pembayaran di bagian kasir. Di sini anak belajar bertransaksi dengan mata uang yang dibuat dari kertas dengan nominal yang berbeda.
Hasil penelitian yang dilakukan pada peserta didik di kegiatan simulasi mini kafe sangat efektif dibandingkan menggunakan metode konvensional dalam pembelajaran kewirausahaan pada anak usia dini. Peserta didik lebih cepat dalam memahami nilai-nilai kewirausahaan maupun konsep keuangan dan konsep dasar berhitung. Selain itu, peserta didik juga sangat senang dan menikmati kegiatan simulasi mini kafe ini. (*/aro)
Mahasiswi Program Studi PGPAUD Universitas Ngudi Waluyo Semarang
Editor : H. Arif Riyanto