RADARSEMARANG.ID, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau biasa di sebut KDM melakukan gebrakan atas solusi anak-anak usia sekolah yang melakukan tawuran, pulang malam, membolos sekolah, atau bahkan melawan orang tua serta perilaku yang tidak baik lainnya.
KDM berencana memasukan mereka ke dalam barak militer. Beberapa hari ini kegiatan itu benar benar dilaksanakan. Kabupaten Purwakarta menjadi peloor dan mendukung kegiatan ini.
Sebanyak 39 anak dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan di antar orang tuanya untuk di didik di Kostrad Jawa barat.
Berita inilah yang menghiasi berita di seluruh media sosial baik yang di miliki content independen mandiri atau dari media massa main stream. KDM juga mengupload kegiatan ini di media sosialnya.
Pro dan Kontra
Ada hal menarik yang perlu di cermati dari kegiatan ini yaitu ada pendapat Kelompok yang menolak atau kontra mengenai kegiatan ini berpendapat berbeda.
Mereka melihat anak-anak seusia mereka itu hanya akan dijadikan semacam robot yang harus patuh pada atasan.
Kegiatan ini akan mneghilangkan kreatifitas anak muda yang bagus. Mereka juga akan melihat efek psikologis dari anak-anak yang di masukkan di barak militer.
Militer dikaitkan dengan hukum yang keras dan tanpa ampun. Mereka khawatir anak-anak akan semakin trauma.
Kelompok yang pro atau mendukung mengatakan program ini bagus untuk anak-anak yang sering berbuat tidak baik di lingkungannya.
Tawuran, begadang, main game on line seharian, melawan orangtua dan guru, bahkan sudah mulai minum minuman keras dan narkoba. Program ini akan memberi kegiatan yang positif untuk anak-anak tersebut.
Yang pro akan menyatakan setuju karena mungkin tahu baiknya pendidikan ala militer atau semi militer yaitu displin. Selain displin tentu seluruh aspek jasmani rohani juga di tata kembali.
Sebelum melakukan pelatihan anak-anak akan di cek kesehatan jasmani dan psikologis mereka.
Hal ini di gunakan untuk dapat menentukan pola pelatihan yang tepat. Mereka tetap sekolah seperti biasa karena guru akan datang mengajar.
KDM juga mempersilahkan kalau dari pihak Kostrad menyediakan guru. Karena anak-anak ini adalah anak yang istimewa maka perlu guru yang khusus juga.
Fakta lapangan
Fakta lapangan yang saya cermati di berbagai berita adalah sasaran KDM ini adalah anak-anak yang mempunyai masalh di luar biasanya.
Mereka membolos sekolah atau bahkan tidak mau sekolah, melawan orang tua, tawuran dengan membawa senjata tajam.
Beberapa orang tua yang membawa anaknya ke KDM mengaku sudah tidak bisa mengatur anak-anaknya karena berbagai sebab.
Beberapa ibu mengalami perceraian dan harus bekerja sehingga hanya menitipkan anak-anak mereka ke kakek dan neneknya.
Akibatnya pengawasan anak menjadi kurang dan anak mulai terlibat dalam peragulan yang tidak baik.
Strategi pendidikan karakter ala KDM
Kegiatan KDM ini saya katakan strategi karena akan mempunyai efek atau hasil menengah dan panjang.
Ketika anak yang biasanya melawan orang tua dan merasa tidak ada yang dia takuti maka akn berbuat yang di inginkan saja. tidak mau belajar atau tidur lebih awal misalnya.
Mereka akan semakin lama di lapangan dengan lingkungan yang hampir sama. Hidup tidak teratur. Makan seadanya dan mulai me rokok dan minuman keras.
Mereka bukanlah anak-anak yang patuh dan teratur mengikuti kegiatan sekolah, belajar, melakukan aktifitas fisik positif lainnya seperti olahraga atau les musik misalnya.
Maka dengan di masukan dalam barak militer yang hidupnya di awasi dan lebih teratur. Kata barak inilah yang mungkin membuat beberapa pihak tidak merasa nyaman. Barak militer di identikkan dengan latihan fisik yang keras dan kejam.
Dalam beberapa tayangan di media sosial ternyata kegiatannya tidak terlalu militeristik.
Bahkan dalam dua hari kegiatan di laporkan mereka sudah bisa melakuan kegiatan PBB atau kegiatan baris berbaris yang memerlukan konsentrasi dan kerjasama kelompok yang baik.
Ransum makan juga terlihat cukup bergizi. Saya percaya anak-anak yang penuh kegiatan akan makan apa saja yang didepannya.
Ini menguntungkan ahli gizi yang di libatkan sehingga mudah menyusun maakan yang angka kecukupan gizinya tepat. Anak-anak juga di jadwal kan jam 8 malam tidur. Hal yang jarang di lakukan anak-anak ini.
Mereka biasa begadang sampai pagi dan bangun siang. Di barak militer mereka di wajibkan tidur jam 8 malam dan bangun jam 4 pagi dengan diisi dengan berbagai kegiatan yang positif.
Ada hal yang lebih penting lagi kegiatan ini tidak memungut biaya alias gratis. Orang tua tidak di pungut biaya apapun dan di larang memberi bekal makanan sehingga gizi tetap terpantau dengan baik.
Kegiatan lain yang saya pandang sangat positif adalah mereka juga di tanyai apakah mau menjadi tentara atau yang lainnya.
Anak-anak ada yang menjawab mau bahkan beberapa orangtua sangat bersyukur mendengar hal ini. Kenapa?
Karena mempunyai cita-cita adalah jalan yang paling tepat untuk menata hidup lebih baik lagi.
Jika mereka mempunyai cita-cita dan tahu cara mencapainya maka kegiatan tawuran, begadang, main game seharian, minum miuman keras merokok bukan hal menarik lagi. Ini yang saya sebut strategi.
Efeknya jngaka panjang dan belum tentu elkihatan secara nyata. KDM pun berceriita bahwa tempat nongkrong atau markas geng anak-anak ini mulai sepi. Semoga.
Penulis : Widyanto,SE,MM
Editor : Tasropi