PENGENALAN huruf hijaiyah merupakan bagian fundamental dalam pendidikan agama Islam, khususnya sebagai dasar membaca Alquran.
Namun, metode pembelajaran konvensional adakala dinilai kurang menarik dan tidak optimal dalam menyerap informasi oleh anak terutama anak usia dini.
Bagi lembaga PAUD yang media pembelajarannya belum optimal dan alat peraga yang terbatas, dapat menyebabkan anak tidak termotivasi untuk belajar secara aktif.
Kondisi ini mendorong perlunya inovasi dalam pembelajaran melalui pengembangan alat permainan edukatif (APE) yang interaktif dan multisensori.
Dengan memanfaatkan bahan sederhana, APE Stik Huruf Hijaiyah dapat digunakan untuk menciptakan media yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memungkinkan anak untuk merasakan, melihat, dan memanipulasi huruf secara langsung.
APE Stik Huruf Hijaiyah dirancang dengan menggunakan bahan sederhana seperti kardus bekas, kertas origami, lem, gunting, dan spidol.
Media ini dibuat dengan cara memotong kardus berbentuk persegi panjang, menempelkan kertas origami berwarna sebagai penunjang visual, dan menuliskan huruf hijaiyah di bawahnya sesuai dengan warna tertentu.
Pendekatan multisensori ini memungkinkan anak untuk melihat, menyentuh, dan memanipulasi huruf secara langsung, sehingga mendukung perkembangan kognitif dan motorik halus.
Implementasi alat edukatif ini dilaksanakan melalui kegiatan bermain interaktif di kelas.
Guru berperan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator yang membimbing anak dalam menyusun, mencocokkan, dan mengidentifikasi huruf-huruf hijaiyah.
Proses ini sejalan dengan teori kognitif Piaget, yang menekankan pentingnya pengalaman langsung, serta konsep Zona Perkembangan Proksimal (ZPD) Vygotsky, di mana peran bimbingan guru sangat krusial untuk mengoptimalkan potensi belajar anak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan APE Stik Huruf Hijaiyah mampu meningkatkan minat, motivasi, dan pemahaman anak terhadap huruf hijaiyah.
Media ini juga efektif dalam mengasah keterampilan motorik halus, kreativitas, dan daya ingat anak.
Meski menghadapi hambatan seperti keterbatasan media dan perbedaan minat belajar, solusi inovatif dengan memanfaatkan bahan bekas serta variasi metode pengajaran berhasil mengatasi tantangan tersebut.
Secara keseluruhan, inovasi ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran huruf hijaiyah di PAUD.
Penggunaan APE Stik Huruf Hijaiyah tidak hanya mendukung perkembangan akademik anak, tetapi juga memperkaya kompetensi guru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif. (*)
Mahasiswi Program Studi PG PAUD Universitas Ngudi Waluyo Semarang
Editor : H. Arif Riyanto