Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Industri Kreatif : Navigasi Era Inovasi dan Persaingan

Radar Semarang • Kamis, 30 Januari 2025 | 17:46 WIB

 

Evan Marcellino Gendra, SM., MAB
Evan Marcellino Gendra, SM., MAB

RADARSEMARANG.ID, Di era digital yang serba cepat ini, industri kreatif menjadi salah satu sektor yang paling berkembang pesat di Indonesia.

Banyak insan di Indonesia dari mulai Gen Z hingga Boomer, dengan kreativitas tanpa batas dan pemahaman mendalam tentang teknologi, telah menjadi motor penggerak utama dalam transformasi ini.

Dari desain grafis, film, budaya hingga bisnis berbasis aplikasi, kontribusi mereka tidak hanya menghidupkan ekonomi lokal tetapi juga memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia.

Industri kreatif di Indonesia saat ini tengah menjadi sorotan karena menyumbang cukup signifikan terhadap perekonomian di Indonesia, berdasarkan data Kemenparekraf tahun 2024, Sektor ekonomi kreatif Indonesia hingga triwulan III 2024 menunjukkan kinerja yang baik, dilihat dari capaian nilai tambah ekonomi kreatif yang diestimasi mencapai Rp749,58 triliun.

Apa itu industri kreatif? Dan apa saja yang termasuk ke dalamnya? Mari kita bahas.

Menurut Kementrian Perdagangan Indonesia, industri kreatif adalah industri yang memanfaatkan kreativitas, keterampilan, dan bakat untuk menghasilkan produk dan jasa yang dimiliki individu untuk menciptakan kesejahteraan serta membuka peluang kerja.

Industri ini berfokus pada pemberdayaan kemampuan kreatif dan inovatif seseorang.

Menurut Kemenparekraf, terdapat 16 sub-sektor industri kreatif, berikut ini adalah keenam belas sub-sektor industri tersebut:

Dari fenomena yang terjadi ini, mulai terjadi sebuah shifting di era bisnis di Indonesia saat ini, dimana sebuah perusahaan tidak hanya menawarkan sebuah produk dan kualitas, tetapi juga menawarkan edukasi, sejarah produk, hingga kreativitas tanpa batas dalam mengemas sebuah produk atau jasa untuk ditawarkan kepada konsumen.

Contoh sebuah gebrakan di industry kreatif adalah sebuah lagu baru berjudul “Garam dan Madu” by Tenxi, dimana lagu yang dikemas mengkombinasikan elemen musik tradisional dangdut koplo, dengan balutan music EDM yang easy to listen dan lirik yang gampang melekat.

Hal ini memberikan sebuah kesan yang Fresh di era gempuran lagu – lagu ballad di Indonesia.

Terbukti hanya dalam waktu 24 jam, views dari lagu ini sudah mencapai 2 juta penonton pada platform Youtube.

Sebagai contoh lain pada sektor kekinian anak muda yaitu coffee shop, sekarang sebuah “toko kopi” tidak hanya menawarkan kopi dengan citra rasa yang berkualitas, tetapi juga harus memperhatikan banyak factor lain, mari kita bedah!

  1. Hal pertama adalah mengenai Desain interior dan konsep yang unik
  1. Branding dan Identitas visual

Sebuah coffee shop juga harus memiliki sebuah titik yang merepresentasikan produknya, seperti Ketika consumen memikirkan merek tersebut, apa menjadi top of mind dari consumen, sebagai contoh :

  1. Kolaborasi dengan seniman lokal

Dengan adanya banyak lini yang harus diperhatikan, industri kreatif memiliki banyak tantangan agar bisnis bisa sustain dalam jangka waktu yang lama.

Point untama dari industry kreatif adalah : No Break System, dimana para pelaku dituntut secara non stop untuk bisa berfikir kreatif menciptakan inovasi terbaru bagi usaha yang dimiliki agar consumen bisa terus merasakan value yang dimiliki tanpa adanya rasa bosan.

Tantangan terberat dari Industri kreatif adalah tantangan dalam menjaga orisinalitas. Dalam upaya memenuhi permintaan pasar yang cepat berubah, beberapa pelaku kreatif menghadapi tekanan untuk menghasilkan karya dengan cepat.

Hal ini kadang menyebabkan hilangnya orisinalitas dan identitas karya, yang pada akhirnya dapat mengurangi nilai dan daya tarik produk kreatif tersebut.

Tantangan lain yang perlu diperhatikan adalah adaptasi terhadap teknologi. Kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), realitas virtual (VR), dan blockchain membuka peluang baru bagi industri kreatif.

Namun, tidak semua pelaku kreatif memiliki kemampuan atau sumber daya untuk memanfaatkan teknologi ini. Akibatnya, mereka sering kali tertinggal dalam persaingan.

Terlepas dari seluruh dinamika dalam industry kreatif, hal yang perlu kita jadikan pemahaman adalah bahwa di setiap Tindakan pasti memiliki dua sisi, apa yang kita peroleh, dan resiko yang harus kita hadapi.

Ketika kita mengharapkan sebuah perolehan yang besar, kita juga harus mempersiapkan resiko yang besar.

Tapi Semua itu pasti dapat diatasi dengan sebuah kunci, yaitu Kebahagiaan, dimana penulis percaya pada sebuah quotes yaitu “Kebahagiaan itu diciptakan, bukan dicari”.

Maka, temukan kebahagiaan kita di setiap proses yang sedang kita geluti, maka seluruh resiko dan dinamika akan lebih Mudah untuk dijalani.

Penulis : Evan Marcellino Gendra, SM., MAB

Editor : Tasropi
#permintaan pasar #Gen Z #industri kreatif #EVAN MARCELLINO GENDRA #Kecerdasan Buatan