RADARSEMARANG.ID, BISNIS dan kewirausahaan mulai bertumbuh pesat dan digadang – gadang dapat menjadi kekuatan perekonomian Indonesia.
Masyarakat Indonesia mulai menjadikan Wirausaha sebagai tombak utama mata pencaharian.
Tercatat menurut BPS, pada tahun 2024 terdapat lebih dari 56 juta orang yang berwirausaha di Indonesia, dan 5 juta diantaranya adalah wirausahawan mapan.
Sesuai dengan peraturan Presiden no 2 tahun 2022, wirausahawan mapan adalah wirausaha yang usahanya sudah berjalan selama kurang lebih 42 bulan sejak usahanya terdaftar pada sistem perizinan berusaha terintegrasi.
Data diatas menunjukkan banyaknya intensitas dari masyarakat Indonesia untuk memulai wirasuaha serta melepas stigma masyarakat “Orang sukses ya kerja kantoran”.
Mulai muncul banyak jenis usaha di Indonesia, tidak hanya dalam segi F&B, tetapi juga banyak muncul pengusaha di bidang industrial, bahkan skincare serta alat – alat Kesehatan.
Gejolak bisnis yang sangat terlihat di sekitar kita adalah, mulai menjamurnya banyak café, coffee shop, serta tempat hiburan yang mampu mencakup pengunjung di segala usia.
Pesatnya pertumbuhan jumlah wirausaha di Indonesia, menciptakan beberapa pergerakan pasar.
Sebagai contoh di sector kuliner, bisnis sudah tidak hanya sekedar menyediakan tempat dan makanan yang enak, tetapi sudah menjadi “Industri Kreatif”.
Dimana banyak pemain usaha di sector yang sama yang menyebabkan terciptanya Red Ocean sehingga banyak usaha yang mengedepankan konsep serta “Pembeda” antara satu usaha dengan usaha yang lain.
Sebagai contoh ada ratusan bahkan ribuan coffee shop yang ada di Indonesia, dengan konsep yang sangat berbeda.
Tema industrial, back to 80’s, pantai, hingga tema dark ada di setiap konsep yang mengiringi coffee shop dan mejadi pembeda satu sama lain.
Selain kondisi persaingan yang semakin memanas, pertumbuhan jumlah wirausaha yang sangat pesat memiliki satu polemik dan permasalahan inti yang harus di hadapi. Bagaimana menjadi bisnis yang “Sustain”.
Bagaimana pelaku usaha dapat mempertahankan bisnis nya dalam jangka waktu yang lama. Faktanya di Indonesia, pertumbuhan jumlah pengusaha juga diiringi dengan meningkatnya jumlah bisnis yang gulung tikar.
Tercatat sekitar 40% pengusaha di Indonesia hanya mampu mempertahankan bisnis nya dalam jangka waktu 2 – 3 Tahun.'
Tidak hanya itu, permasalahan ini juga menyerang golongan wirausaha mapan. Kok bisa?
Banyak wirausahawan mapan yang tidak bisa meneruskan bisnis nya ke generasi selanjutnya dan akhirnya terpaksa gulung tikar. Lalu, apa yang bisa dilakukan?
Selain menciptakan diferensiasi baik secara konsep maupun produk, yang harus diperhatikan bagi wirausahawan adalah bagaimana menciptakan suksesi bisnis. Apa itu?
Suksesi adalah proses yang panjang dari suatu perencanaan yang memiliki tujuan untuk memastikan kelanjutan dari suatu bisnis dari generasi pertama ke generasi selanjutnya.
Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk menciptakan suksesi bisnis adalah “Melakukan Perencanaan Lebih Awal”, bertujuan unruk mempersiapkan generasi selanjutnya lebih matang dengan cara mengurangi keterlibatan pemilik secara bertahap sampai menjadi hampir tidak terlihat keterlibatannya.
Selain proses tersebut, pemilihan suksesor atau “penerus” wajib dilakukan sematang mungkin.
Penyesuaian arah bisnis jangka panjang perlu dilakukan menghadapi perubahan zaman.
Langkah kedua yaitu dengan “Membangun suatu proses pelatihan”. Mempersiapkan calon penerus atau suksesor untuk memimpin perusahaan melalui pelatihan.
Bertujuan agar calon penerus mempunyai kemampuan dalam melanjutkan usaha. Sehingga tidak ada tekanan yang terjadi dari keluarga karena kurangnya persiapan calon suksesor dalam menjalankan perusahaan.
Langkah berikutnya adalah dengan “Komunikasi Strategi”.
Perlu dilakukan komunikasi untuk menciptakan rencana bisnis jangka Panjang.
Bisnis harus bisa diteruskan dari generasi ke generasi dan dengan kondisi pasar yang sangat dinamis.
Menanamkan pola strategi bersama akan menciptakan rasa mawas antar generasi yang nantinya akan mampu menciptakan bisnis yang dapat bersaing di segala kondisi.
Oleh : EVAN MARCELLINO GENDRA, SM., MAB.
Dosen Prodi Manajemen Unika Soegijapranata
Editor : Tasropi