Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Peserta Didik di Era Digital

Lis Retno Wibowo • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 16:34 WIB
Tria Septi Sulistyorini, S.Pd
Tria Septi Sulistyorini, S.Pd

Oleh : Tria Septi Sulistyorini, S.Pd

Perubahan pesat teknologi informasi dan komunikasi khususnya di era digital, membawa dampak besar terhadap pendidikan peserta didik di sekolah dasar. Kemajuan teknologi, kemudahan akses informasi, dan interaksi digital yang telah menciptakan lingkungan belajar yang berbeda dan menantang.

Teknologi  tidak hanya dijadikan sebagai sarana pembelajaran tetapi juga membawa berbagai tantangan moral dan etika yang harus dihadapi siswa sejak dini. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan mendalami peran pendidikan karakter peserta didik sekolah dasar dalam era digital ini.

Pendidikan di era digital merupakan pendidikan yang memadukan teknologi informasi dan komunikasi pada semua mata pelajaran. Perkembangan pendidikan di era digital memungkinkan siswa memperoleh informasi lebih banyak dengan cepat dan mudah.

Untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital saat ini, guru dan siswa abad 21 harus mampu berkomunikasi dan      beradaptasi  dengan perkembangan teknologi saat ini. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi mempunyai dampak positif dan negatif.

Dampak negatifnya, dengan menjadikan informasi dapat diakses oleh semua orang, siswa sekolah dasar mempunyai akses terhadap hal-hal yang seharusnya tidak mereka ketahui, sehingga berpotensi menghambat proses tumbuh kembangnya.

Selain itu, ketika sudah mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, mereka bisa saja melakukan perilaku yang melanggar aturan, norma, dan agama, termasuk di media sosial.

Pendidikan merupakan sistem lain dan mempunyai misi positif, yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan perkembangan jasmani, kesehatan, kemampuan, pikiran, perasaan, kemauan, faktor sosial, termasuk masalah keimanan.

Hal ini menunjukkan sekolah sebagai lembaga pendidikan formal mempunyai beban berat dalam menjalankan misi pendidikannya. Apalagi mengingat perubahan yang sangat cepat saat ini, berdampak besar terhadap pikiran, tindakan dan perilaku peserta didik terutama yang masih dalam tahap perkembangan perubahan dan mencari jati diri (Sudirman, 1992:4).

Hal ini sesuai Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Kebijakan Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa pendidikan masyarakat adalah untuk mengembangkan keterampilan serta mendidik watak dan peradaban bangsa yang bermartabat, agar kehidupan nasional berakal budi.

Tujuan pendidikan umum adalah menjadikan peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, sehat, berpengetahuan luas, kreatif, mandiri dan demokratis, serta warga negara yang bertanggung jawab.

Pendidikan yang sangat dibutuhkan saat ini yang dapat memadukan pengembangan karakter, dapat mendorong tumbuh kembang anak secara sehat dalam segala bidang pendidikan (mental, jasmani, sosial emosional, kreatif dan spiritual).

Kurikulum ini berfokus pada pengembangan anak sebagai manusia seutuhnya. Siswa unggul tidak hanya secara intelektual, tetapi juga perilaku. Anak yang bertemperamen tinggi mampu menghadapi segala permasalahan dan tantangan dalam hidupnya.

Pendidikan yang unggul tentu melalui tahap perencanaan yang matang. Baik dari segi pemanfaatan sumber daya manusia ataupun sumber daya alam yang dimiliki suatu sistem pendidikan.

Tahap perencanaan merupakan awal dari proses suatu sistem pendidikan yang digunakan sebagai pedoman dalam tahapan pelaksanaan. Perencanaan sangat penting karena dapat membantu mencapai tujuan dari suatu sistem pendidikan.

Pentingnya Pendidikan Karakter di Era Digitalisasi

Pendidikan karakter menjadi semakin penting di era digitalisasi yang serba cepat dan global. Dengan berkembangnya teknologi dan media sosial, generasi muda dihadapkan pada tantangan baru yang memerlukan fondasi karakter yang kuat.

Artikel ini membahas pentingnya pendidikan karakter di era digitalisasi, serta bagaimana pendidikan karakter dapat membantu mahasiswa menjadi individu yang bertanggung jawab, etis, dan berintegritas tinggi.

Definisi dan Konsep Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter adalah proses yang dirancang untuk membantu individu mengembangkan nilai-nilai moral yang positif melalui pendidikan yang terstruktur dan berkesinambungan.

Pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk perilaku yang baik, seperti kejujuran, tanggung jawab, keadilan, respek, dan perhatian terhadap orang lain (Lickona, 2004). Pendidikan karakter tidak hanya berfokus pada pengajaran nilai-nilai tersebut, tetapi juga pada penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Era Digitalisasi: Tantangan dan Peluang

Digitalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pendidikan. Teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan akses informasi yang cepat dan luas, serta memberikan peluang pendidikan yang lebih inklusif. Namun, digitalisasi juga menghadirkan tantangan baru, seperti penyebaran informasi yang tidak akurat, cyberbullying, serta masalah privasi dan keamanan data.

Tantangan di Era Digital

  1. Informasi Berlebihan dan Fake News : Era digital ditandai dengan banjir informasi yang tidak selalu valid atau dapat dipercaya. Mahasiswa harus mampu memilah informasi yang benar dari yang salah. Pendidikan karakter dapat membantu mereka untuk tetap kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu.
  2. Cyberbullying : Keberadaan media sosial telah memberikan platform bagi individu untuk berkomunikasi, namun juga berpotensi disalahgunakan untuk menyebarkan kebencian dan intimidasi. Pendidikan karakter yang kuat dapat membekali mahasiswa dengan empati dan kesadaran sosial yang tinggi, sehingga mengurangi tindakan bullying digital.
  3. Kecanduan Teknologi : Penggunaan teknologi yang berlebihan dapat mengganggu konsentrasi dan produktivitas mahasiswa. Pendidikan karakter dapat membantu mereka mengembangkan disiplin diri dan manajemen waktu yang baik.

Peluang di Era Digital

  1. Akses Informasi dan Pendidikan : Teknologi memberikan akses yang lebih luas terhadap sumber belajar yang berkualitas. Dengan pendidikan karakter, mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi untuk pengembangan diri yang positif dan bertanggung jawab.
  2. Kolaborasi Global : Era digital memungkinkan kolaborasi lintas batas yang lebih mudah. Pendidikan karakter mendorong mahasiswa untuk bekerja sama dengan individu dari berbagai latar belakang dengan penuh respek dan toleransi.
  3. Inovasi dan Kreativitas : Teknologi menyediakan alat untuk inovasi dan kreativitas. Pendidikan karakter yang kuat dapat memotivasi mahasiswa untuk menggunakan teknologi secara etis dan bertanggung jawab dalam menciptakan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Implementasi Pendidikan Karakter di Era Digital

Untuk mengintegrasikan pendidikan karakter di era digital, beberapa strategi dapat diterapkan oleh lembaga pendidikan, pengajar, dan mahasiswa itu sendiri.

Peran Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan harus memprioritaskan pendidikan karakter sebagai bagian integral dari kurikulum. Program-program seperti pelatihan etika digital, kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan karakter, dan seminar tentang penggunaan teknologi yang bertanggung jawab harus diimplementasikan.

Peran Pengajar

Pengajar memiliki peran yang krusial dalam pendidikan karakter. Mereka harus menjadi teladan yang baik dan memberikan pengarahan yang jelas tentang pentingnya nilai-nilai moral.

Pengajar juga dapat memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran karakter, misalnya melalui platform e-learning yang interaktif dan mendidik.

Studi Kasus dan Contoh Nyata

Berbagai studi telah menunjukkan dampak positif dari pendidikan karakter dalam menghasilkan individu yang berkarakter baik.

Sebagai contoh, penelitian yang dilakukan Berkowitz dan Bier (2005) menemukan pendidikan karakter yang efektif dapat mengurangi perilaku negatif dan meningkatkan prestasi akademik dan keterlibatan sosial siswa.

Di era digital ini, peran orang tua bahkan pendidik sangat penting dalam meningkatkan karakter penerus bangsa di masa depan. Orang tua merupakan tempat terpenting dan pertama seorang siswa menghabiskan hidupnya.

Peran guru di suatu sekolah tidak hanya mengajar tetapi juga mendidik. Guru menjadi teladan bagi anak, sehingga mereka menetapkan standar perilaku siswanya.

Guru mengajarkan tidak hanya konsep karakter yang baik, tetapi juga membimbing siswa untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat sekitar juga berperan dalam memantau dan memotivasi pengembangan karakter siswa.

Pendidikan karakter merupakan fondasi yang penting dalam membentuk individu yang berintegritas dan bertanggung jawab di era digitalisasi.

Dengan tantangan dan peluang yang dihadirkan oleh teknologi, pendidikan karakter membantu mahasiswa untuk tetap kritis, empati, dan etis dalam penggunaan teknologi. Lembaga pendidikan, pengajar, dan mahasiswa harus bekerja sama untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum dan kehidupan sehari-hari. (unt/lis)

Guru SMP Negeri 2 Pabelan

Editor : Lis Retno Wibowo
#Peserta Didik #Era Digital #Teknologi Informasi #Lembaga Pendidikan #Pendidikan Karakter #pengajar