Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Ladang Cuan Baru di Indonesia: Bisnis Berbasis Artificial Intelligence

Baskoro Septiadi • Rabu, 1 Mei 2024 | 18:00 WIB

Photo
Photo

Oleh: Sindi Budi Emilia

RADARSEMARANG.ID - Saat ini Artificial Intelligence sedang ramai diperbincangkan seluruh masyarakat di dunia, termasuk Indonesia. Artificial Intelligence atau yang biasa disebut secara singkat “AI” kehadirannya bagaikan pisau bermata dua.

AI dapat dimanfaatkan masyarakat untuk membantu kehidupan sehari-hari ataupun merugikan masyarakat karena banyaknya pekerjaan yang tergantikan oleh AI.

Namun kita tidak perlu khawatir, dibutuhkan mindset yang tepat untuk menghadapi perkembangan dunia digital saat ini, kita harus mampu beradaptasi untuk hidup berdampingan dengan berbagai macam teknologi digital termasuk AI dengan cara memanfaatkan AI untuk membantu dalam otomatisasi pekerjaan, sehingga kita sebagai manusia dapat fokus pada kreatifitas, strategi yang tepat serta pengembangannya.

Dalam memanfaatkan AI pun tetap membutuhkan manusia untuk mengendalikannya sehingga tidak serta merta ketika muncul AI segala sesuatu 100% terlepas dari peran manusia didalamnya.

Bagi seseorang yang memiliki jiwa entrepreneurship, AI merupakan peluang emas karena dapat dimanfaatkan sebagai ladang bisnis untuk meraup keuntungan. Apalagi bisnis yang bergerak di bidang AI ini termasuk kedalam kategori bisnis blue ocean yaitu suatu pendekatan bisnis dengan mencari ruang pasar baru atau belum ditempati pesaing.

Sebelum memutuskan akan terjun kedalam bisnis berbasis AI ini sebaiknya perlu bertanya pada diri sendiri “Apakah bisnis AI merupakan bisnis yang tepat dan cocok untuk diri saya?” Karena menjadi seorang AI entrepreneur membutuhkan komitmen jangka panjang dan keberhasilan bisnis hanya bergantung pada diri pebisnis itu sendiri.

Diri sendiri yang bertanggung jawab atas kesuksesan dan kegagalan bisnis dan tidak semua orang akan cocok menjadi seorang AI entrepreneur. Untuk menjalankan bisnis AI tentunya kita tidak serta merta harus memiliki skill IT atau IT developer.

Tetapi memang untuk beberapa kategori bisnis AI ada baiknya apabila kita memiliki minimal sedikit skill IT. Bisnis AI ini sangat fleksibel sehingga dapat dijalankan dalam waktu yang beragam, ada yang dapat dijalankan dalam waktu 1 jam per hari, 7 jam per hari bahkan 12 jam per hari, tergantung pada kategori bisnis AI yang dijalankan. Terdapat beberapa kategori bisnis AI yang mendatangkan keuntungan yaitu :  

1. AI Consulting, Untuk memulai menjadi seorang AI Consulting pertama-tama harus mempelajari pengetahuan yang dibutuhkan untuk dapat membantu para konsumen dan ilmu marketing untuk menarik calon konsumen.

Konsultasi dapat diberikan kepada konsumen mengenai apa yang dapat AI lakukan untuk membantu bisnis mereka, Memberikan pengetahuan mengenai jenis AI tools terbaik yang tepat digunakan untuk menyelesaikan masalah konsumen, dan membantu konsumen dalam memanfaatkan AI tidak pada masa sekarang saja tetapi di masa yang akan datang pula.

Ilmu pengetahuan mengenai AI Consulting ini dapat dipelajari selama 1 - 2 bulan. Bagi pemula dapat memasarkan jasanya melalui platform Instagram, Tik Tok, X, Linkedin, Youtube untuk fokus mentansferkan ilmu dan testimoni konsultasi.

Kemudian untuk menarik calon konsumen dapat memberikan garansi jaminan uang kembali 100% jika berbagai saran-saran yang dilakukan tidak berhasil.

2. AI Education, Tujuannya untuk membantu wirausahawan dalam mempelajari dan menggunakan AI. Terdapat kebutuhan besar mengenai AI Education untuk meningkatkan keterampilan manusia supaya tidak tergerus perkembangan jaman.

Hal yang perlu dilakukan pertama-tama adalah mempersiapkan ilmu pengetahuan tentang AI dan mencari mentor tepat yang paham betul mengenai AI, kemudian untuk memasarkan jasa, perlu terlebih dahulu menentukan dan mengidentifikasi pasar, selanjutnya mentransferkan ilmu dan pengetahuan AI ke dalam e-book dan menarik calon konsumen melalui iklan dan konten yang menarik.

Untuk mempelajari ilmu pengetahauan mengenai AI Education ini dengan meluangkan waktu 1-2 jam setiap hari selama 1 – 2 bulan. Contoh sederhana AI Education yang dapat dilakukan untuk pemula misalnya Kursus pembuatan konten dengan menggunakan AI, Kurus dalam memanfaatkan dan menggunakan AI untuk 5 – 10 tahun kedepan.

3. AI Agency, Merupakan suatu agen bisnis untuk membantu mengotomatisasi sistem dan proses bisnis dengan menggunakan bantuan AI.

Apabila tidak memiliki skill IT, dapat bekerja sama dengan developer atau orang yang mahir secara teknis dalam menggunakan IT. Contoh sederhana nya seperti website dan berbagai aplikasi.

4. AI SAAS, Bertujuan untuk membantu menyelesaikan masalah yang ada dan membantu menyelesaikan secara berkelanjutan menggunakan teknologi AI, Contoh sederhanya seperti bisnis Netflix, Spotify dimana konsumen akan menggunakan aplikasi tersebut secara berulang dengan cara berlangganan.

Untuk menjalankan bisnis ini seorang wirausahawan perlu bekerjasama dengan IT developer karena memerlukan banyak pengetahuan teknis mengenai Java Script, Phyton dan sejenisnya.

5. AI Freelancing merupakan nama lain dari AI developer / IT developer, sehingga diperlukan skill teknis mengenai IT. Apabila tidak memiliki skill IT, dapat mengatasinya dengan mengikuti kursus selama minimal 1 – 6 bulan.

Lima kategori bisnis AI tersebut belum banyak dipraktekkan di Indonesia, padahal bisnis dibidang AI ini merupakan bisnis yang sangat menjanjikan di masa depan yang dapat memberikan lapangan pekerjaan.

Sebelum terjun mengeksekusi bisnis di bidang AI ini seorang wirausahawan terlebih dahulu perlu menentukan tujuan akhir dari bisnisnya tersebut kemudian memetakan langkah untuk meraih tujuan akhir. (*/bas)

Dosen Program Studi Manajemen Unika Soegijapranata Semarang

 

 

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Artificial Intelligence #ai