Oleh : Syifa Fauziah
RADARSEMARANG.ID - Pendidikan merupakan hak segala bangsa dalam rangka mencerdaskan kehidupan, begitulah bunyi Teks pembukaan Undang-undang Dasar 1945, pendidikan di Era Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan aset bangsa yang berharga dan tidak mengenal waktu, selama manusia itu ada maka pendidikan tidak akan pernah hilang dari bagian kehidupan manusia.
Pada zaman sekarang, dapat disadari terjadinya krisis akhlak yang menempa semua lapisan masyarakat. Anak-anak sekolahpun juga termasuk dari bagian tersebut. Untuk mencegah lebih parahnya krisis akhlak ini, Pendidikan karakter sangatlah penting.
Para pakar berpendapat, Pendidikan karakter dapat diberikan sendiri sebagai
suatu mata pelajaran, pendididikan karakter bangsa diberikan secara terintegrasi
melalui mata pelajaran yang relevan, atau Pendidikan karakter terintegrasi ke dalam
semua mata pelajaran.
Pada zaman sekarang, dapat disadari terjadinya krisis akhlak yang menempa semua lapisan masyarakat. Anak-anak sekolahpun juga termasuk dari bagian tersebut.
Untuk mencegah lebih parahnya krisis akhlak ini, Pendidikan karakter sangatlah penting. Para pakar berpendapat, Pendidikan karakter dapat diberikan sendiri sebagai suatu mata pelajaran, pendididikan karakter bangsa diberikan secara terintegrasi
melalui mata pelajaran yang relevan, atau Pendidikan karakter terintegrasi ke dalam
semua mata pelajaran.
Pada zaman sekarang, dapat disadari terjadinya krisis akhlak yang menempa semua lapisan masyarakat. Anak-anak sekolahpun juga termasuk dari bagian tersebut. Untuk mencegah lebih parahnya krisis akhlak ini, Pendidikan karakter sangatlah penting.
Para pakar berpendapat, Pendidikan karakter dapat diberikan sendiri sebagai suatu mata pelajaran, pendididikan karakter bangsa diberikan secara terintegrasi melalui mata pelajaran yang relevan, atau Pendidikan karakter terintegrasi ke dalam semua mata pelajaran.
Pendidikan merupakan hak segala bangsa dalam rangka mencerdaskan kehidupan, begitulah bunyi Teks pembukaan Undang-undang Dasar 1945, pendidikan di Era Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan aset bangsa yang berharga dan tidak mengenal waktu, selama manusia itu ada maka pendidikan tidak akan pernah hilang dari bagian kehidupan manusia.
Pendidikan tidak hanya berperan menciptakan generasi muda sebagai agent of change yang membawa perubahan, namun generasi muda harus bisa menjadi agent of producer yang mampu menciptakan perubahan yang nyata.
Program yang dilaksanakan untuk mengimplementasikan SDGs di bidang pendidikan adalah memastikan pendidikan inklusif dan berkualitas setara, mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi semua, mempromosikan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.
Pendidikan karakter anak usia dini merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk menyukseskan pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tahun 2030 dapat terwujud.
Pada zaman sekarang dapat disadari terjadinya krisis akhlak yang menimpa semua lapisan masyarakat. Anak-anak sekolahpun juga termasuk dari bagian tersebut. Untuk mencegah lebih parahnya krisis akhlak ini, Pendidikan karakter sangatlah penting.
Studi kasus yang baru saja terjadi bahwa seorang guru madrasah Aliyah di Demak dibacok muridnya hingga bersimbah darah.
Kejadian tersebut sangat memperihatinkan dalam dunia Pendidikan, seharusnya hal tersebut jangan sampai terjadi.
Pendidikan karakter harus diajarkan, dijadikan kebiasaan secara konsisten sehingga bisa membawa dampak yang baik pada setiap peserta didik.
Adapun, guru dan lembaga pendidikan merupakan sosok yang berperan besar dalam proses tersebut. Pendidikan karakter bisa ditanamkan sejak anak usia dini, untuk bekal kehidupan di masa mendatang.
Menurut Undang-undang Nomor 20 pasal 1 butir 14 tahun 2003 tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Menurut John W. Santrock, Character Education adalah pendidikan yang dilakukan dengan pendekatan langsung kepada peserta didik untuk menanamkan nilai moral dan memberi kan pelajaran kepada murid mengenai pengetahuan moral dalam upaya mencegah perilaku yang yang dilarang.
Menurut Dharma Kesuma (2011: 9-11), tujuan dari pendidikan karakter adalah memfasilitasi penguatan dan pengembangan nilai-nilai tertentu sehingga terwujud dalam perilaku anak. Pendidikan anak usia dini dapat dimulai dari rumah atau dalam pendidikan keluarga.
Berdasarkan undang-undang di atas maka pendidikan karakter sangatlah penting untuk membangun peradaban bangsa, pendidikan karakter tersebut seharusnya sudah di tanamkan sejak anak usia dini sehingga, Keluarga sangat tepat jika di jadikan komunitas awal pembentukan karakter karena pada saat itu anak berada pada usia emas (golden age).
Strategi yang digunakan dalam membentuk karakter anak dengan:
1. Membiasakan berperilaku baik, Anak akan terbiasa melakukan perbuatan terpuji tanpa disuruh, dengan begitu, ketika dewasa mereka menjadi seseorang yang memiliki nilai positif secara sosial maupun agama.
2. Menanamkan jiwa kepemimpinan, Memiliki jiwa kepemimpinan penting bagi anak. Jadi, ketika dewasa nanti, mereka bisa menjadi pribadi yang tangguh, tidak mudah terpengaruh, dan termotivasi untuk ikut serta menyebarkan nilai positif.
3. Bekal sebelum memasuki dunia sosial, ada banyak hal yang akan dihadapi anak seiring usianya bertambah. Semakin dewasa lingkungan mereka akan makin luas. Harapannya anak bisa beradaptasi dengan segala jenis lingkungan yang ditemui nantinya.
4. Menghadapi Semua masalah kehidupan, tidak hanya itu, anak yang memperoleh pendidikan karakter memadai akan terlatih untuk menghadapi segala masalah kehidupan sesuai dengan nilai yang mereka mengerti dan pahami.
Diakui atau tidak, masalah merupakan salah satu bagian dari hidup yang tidak bisa dihindari, Dengan bekal pendidikan karakter yang kuat, anak mampu menghadapi semuanya secara positif dan menyebarkan nilai tersebut ke sekitar.
Meskipun mungkin di masa depan mereka tidak bisa selalu mengatasinya, paling tidak anak bisa beradaptasi dengan setiap masalah yang ada berbekal karakter yang ditanamkan sejak dini.
pendidikan karakter mempunyai makna lebih tinggi dari pendidikan moral, karena bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, tetapi lebih dari itu karena pendidikan karakter menanamkan kebiasaan tentang hal yang baik sehingga anak-anak menjadi faham tentang mana yang benar dan salah, serta mampu merasakan nilai yang baik, mau dan mampu melakukannya.
Sebagai orang tua yang memiliki peranan besar dalam mencetak karakter pribadi seseorang, harus faham bagaimana cara mengembangkan karakter sesuai dengan konteks sosial yang ada, dalam arti mendidik sesuai dengan perkembangan zaman. (*/bas)
Mahasiswa S3 Manajemen kependidikan UNNES
Editor : Baskoro Septiadi