Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tata Kota Humanis, Ramah Perempuan, Anak dan Disabilitas

Agus AP • Senin, 26 September 2022 | 18:11 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menerima Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2022 dari Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menerima Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2022 dari Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID - Di bawah kepemimpinan Wali Kota Hendrar Prihadi, Semarang mampu menjelma menjadi salah satu kota terbaik di Indonesia. Tata kotanya dirancang dengan sangat humanis. Fasilitas kota dirancang dengan ramah anak, wanita bahkan disabilitas.

Pembangunan ruang publik dan taman direalisasikan di setiap kecamatan, lengkap dengan sarana olahraganya. Termasuk penyediaan transportasi publik yang dapat menjangkau ke permukiman. Sehingga Semarang menjadi kota yang nyaman untuk dihuni warganya.

Inovasi penataan kota yang humanis yang dilakukan Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, juga diimbangi dengan perekonomian yang baik. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan perekonomian warganya. Atas kiprahnya, Hendi mendapatkan Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2022 dengan kategori Inovasi Penataan Kota yang Humanis. Penghargaan diserahkan CEO Jawa Pos Media Leak Kustiyo dan Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi pada Hendi di Gedung Gradhika Bhakti Praja pada 9 September 2022.

Baru-baru ini, Hendrar Prihadi meluncurkan kartu khusus penyandang disabilitas, agar bisa digunakan saat menaiki BRT Trans Semarang. Kartu ini menjadi salah satu fasilitas yang memang sudah ditunggu oleh penyandang disabilitas.

Dengan kartu tersebut, penyandang disabilitas bisa melakukan perjalanan menggunakan BRT Trans Semarang dengan hanya membayar Rp 1.000 untuk satu hari. Untuk mendapatkan kartu tersebut, penyandang disabilitas bisa langsung datang ke kelurahan, kantor Dinas Sosial, halte transit, halte keberangkatan hingga pool BRT Trans Semarang.

Belum lama ini, Trans Semarang juga memiliki bus low deck untuk mendukung ibu kota Jateng sebagai kota inklusi dan ramah disabilitas pada bidang transportasi. "Bus low deck ini bisa untuk disabilitas. Kaum disabilitas bisa naik langsung dari bawah, tidak perlu naik dari halte," kata Hendi.

Pemkot juga berusaha di semua gedung pemerintahan memiliki fasilitas ramah disabilitas. Meski demikian, ia mengatakan sedang berupaya menggenjot pembangunan fasilitas ramah disabilitas tersebut dengan menggandeng beberapa pihak dan stakeholder yang ada.

“Seluruh kantor Pemerintah Kota Semarang saya yakin belum, tapi prinsipnya kita berusaha semaksimal mungkin untuk support, juga semua stakeholder dan masyarakat,” ungkapnya. (den/ton) Editor : Agus AP