RADARSEMARANG.ID, Setelah mengarungi bahtera rumah tangga selama tujuh tahun, pernikahan John Dori dan Lady Sandi kandas juga.
Penyebab utamanya karena terhalang restu orang tua. Rumah tangga mereka pun tak berjalan adem ayem.
Mulai dari masalah sepele jadi besar. Emosi tak stabil. Bahkan kondisi ekonomi naik turun tak menentu.
Baca Juga: Pengembangan Potensi Ekonomi Hijau dan Biru di Desa Rowoboni Melalui KKN Terintegrasi UIN Salatiga
Pasangan ini pun mengakhiri hubungannya. Pernikahannya berujung kandas. Mencoba bertahan beberapa tahun, nyatanya ambyar juga.
Meski John Dori sangat mencintai istrinya, orang tuanya terus-terusan tak memberi restu. Bahkan sampai mereka punya anak pun, restu tak kunjung turun.
Bukan tanpa alasan. Orang tua John Dori tak bisa menerima pekerjaan menantunya dulu yang pernah menjadi Lady Companion (LC).
Pekerjaan satu ini jelas dipandang buruk. Tekanan dari keluarga John Dori itulah yang membuat Lady Sandi selalu menggerutu.
Bukan tidak bersyukur. Ia sudah berubah, tapi masih terus-terusan diungkit.
“Kesel diungkit-ungkit terus,” jelas Lady Sandi.
Lady Sandi pun jelas lelah hati. Terlebih sikap John Dori juga mulai berubah. Tak lagi mau memperjuangkannya.
Hal ini menjadikan rumah tangganya semakin retak. Tidak lagi adem ayem. Setiap hari terus-terusan cekcok, adu argumen dan saling menyalahkan.
“Mas John wis nyerah, aku yo tak undur diri,” akunya.
Meski keduanya pernah sepakat bertahan sampai maut memisahkan, nyatanya restu orang tua jadi penghalang. Lady Sandi tak pernah dianggap.
Ia terus-terusan diabaikan. Hingga akhirnya memilih jalan perpisahan.
Lady Sandi pun mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama. Keduanya kini masih menjalani sidang di Pengadilan Agama.
“Daripada stres, pilih urip waras aku,” ungkapnya. (kap/ton)
Editor : Tasropi