RADARSEMARANG.ID, Sudah berumur dan lamanya menikah tak menjamin rumah tangga berjalan adem ayem seterusnya.
Semakin lama, rintangan justru semakin sulit. Misalnya tiap hari ketemu jadi bosen.
Rasa cinta pun tak lagi menggebu-nggebu, justru malah semakin pudar. Itulah yang kini dirasakan John Dori dan Lady Sandi.
Hampir 20 tahun menjalin rumah tangga, keduanya mulai bosan.
Terlebih John Dori. Semakin tua, gairahnya untuk bermain di ranjang justru semakin membuncah. Sementara istrinya tak dapat mengimbangi.
“Yo maklum soyo tuo kan tenogone entek,” jelas Lady.
Wanita 44 tahun ini pun tak menyangkal. Sejak dua tahun terakhir, permintaan suaminya sungguh di luar nalar.
John Dori minta jatah setiap hari. Lady Sandi pun menyerah. Ia pasrah, meski diancam Lady tetap teguh pendirian.
“Nak njaluk yo tak semayani,” akunya.
Akibat jatahnya kurang, John Dori pun pilih jajan. Rumah tangganya pun berakhir ambyar.
John Dori yang tak bisa melampiaskan hasratnya pada sang istri ini mencari pelarian.
Pria 46 tahun ini lebih memilih mencari wanita lain. Suami Lady ini jadi sering jajan di luar.
Hal inilah yang akhirnya membuatnya jengkel.
Pernikahan yang awalnya adem ayem ini pun jadi sering cekcok. Keduanya sama-sama egois.
Dampaknya rumah tangganya juga berujung tragis, di meja hijau Pengadilan.
“Milih karo wedokan liyo yo aku aku pilih mundur,” ungkapnya.
Lady Sandi mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama.
Ibu dua anak ini lebih memilih jadi janda ketimbang mempertahankan suami tukang jajan.
“Bukti aman, langsung sidang. Kan penak tinggal nunggu akta cerai,” tandasnya. (kap/zal)
Editor : Tasropi