RADARSEMARANG.ID, Lady Sandi sungguh tidak tahu diri. Punya suami baik hati, malah pilih pergi. Suaminya, John Dori ditinggalkan.
Saat menikah, umur mereka memang terbilang masih muda. Saat itu Lady baru lulus SMA. Sedangkan John juga baru dapat kerjaan. Usianya pun masih belia, di awal 20 tahunan.
Keduanya sudah lama berpacaran. Karena itu mertua Lady terus-terusan ngebet agar keduanya cepat bersama.
Baca Juga: Lady Njaluk Omah, Keluarga Berujung Pisah
Lady pun terpaksa menyetujuinya. Namun dengan satu syarat, Lady tetap lanjut kuliah. Kedua keluarga pun setuju.
"Dari pada dighibahin tetangga mulu karena nggak nikah-nikah, ya sudah kita setuju," jelas John Dori.
Awal pernikahan berjalan lancar, aman, dan damai. Layaknya anak seumurannya, Lady kuliah. Sementara John bekerja.
Banting tulang kerja keras untuk bayar SPP istrinya. Juga untuk menghidupi keluarganya.
Meski masih muda, John tak lupa tanggung jawabnya. Komitmennya dipegang dengan baik. Masa muda ditinggalkan demi keluarga.
Berbeda dengan istrinya. Lady lupa diri. Statusnya bukan lagi mahasiswa biasa layaknya teman-temannya. Selain aktif kuliah seharusnya Lady sadar bahwa dirinya juga seorang istri dan menantu.
"Saya kan udah janji, sudah setuju Lady kuliah. Jadi ya tanggungjawab," tegasnya.
Sudah menjalankan kewajibannya sebagai suami, John juga ingin diperhatikan. Namun istrinya malah bersikap acuh.
Empat tahun perjalanan pernikahan, tak sekalipun John diperlakukan layaknya suami. Istrinya selalu beralasan sibuk dengan tugas kuliah.
"Jarang pulang alasannya nugas terus. Lebih sering nginep di kosnya temen dia," ungkapnya.
Tugas, ternyata hanya jadi alasan Lady Sandi untuk menghindar. Selama ini, istri John Dori ini ada main dengan pria lain.
Sebagai suami jelas John marah besar. Wis diragati kuliah, malah nggolek gendakan liyo. Ujung-ujunge njaluk pegat.
John yang telanjur emosi pun mengiyakan. Pasrah, katanya. Kini keduanya masih menjalani sidang perceraian di Pengadilan Agama.
"Wis diragati kuliah. Giliran arep lulus malah njaluk pegat. Sio-sio lehku kerjo," jelasnya. (kap/ton)
Editor : Tasropi